Wednesday, July 14, 2010

Terdakwa PKM Dicekal

MARTAPURAÄ Ä © Untuk mencegah dan menangkal ketiga terdakwa kasus
Pabrik Kertas Martapura (PKM) yakni Hairul Saleh, Iskandar
Djamluddin, dan Gunawan Santosa melarikan diri ke luar negeri,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura membuat surat pencekalan. Surat
pencekalan tersebut ditembuskan kepada pihak berwenang lainnya,
termasuk petugas yang bertugas di bandara.
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH kepada à ÃMata BanuaÄ Ä,
Rabu (14/7) menegaskan, untuk terdakwa Hairul Saleh dan Iskandar
Djamaluddin sudah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO),
sedangkan untuk terdakwa Gunawan Santosa dipanggil pada Kamis
(15/7) pagi untuk datang ke Kejari Martapura.
Á Á"Jika terdakwa Gunawan tidak datang pada Kamis pagi (hari ini)
maka pihaknya akan melakukan eksekusi seperti halnya terhadap
terdakwa Hairul Saleh dan Iskandar Djamaluddin," ujarnya.
Á ÁZulhadi yang saat itu didampingi Kasi Pidsus Agung Pamungkas
SH menjelaskan, terdakwa Gunawan beralamat di Jakarta karena itu
diperlukan persiapan khusus untuk melakukan eksekusi terhadapnya.
Á Á"Kalau dia tidak datang kami akan berkoordinasi dengan Kejari
Jakarta Pusat dan kepolisian setempat untuk mengeksekusinya,"
katanya.
Á ÁNamun, pihaknya mengharapkan, terdakwa Gunawan mematuhi surat
panggilan yang sudah disampaikan dan datang ke Kejaksaan Negeri
Martapura pada Kamis (15/7) pagi.
Á ÁMeskipun demikian, sebagai langkah antisipasi sebut Zulhadi,
pihaknya sudah membuat surat pencekalan kepada ketiga terdakwa agar
para terdakwa tidak bisa ke luar negeri. "Ketiga terdakwa tidak
bisa ke luar negeri, dan untuk terdakwa Hairul Saleh dan Iskandar
Djamaluddin surat DPO©nya sudah diserahkan ke Polres Banjar," kata
Zulhadi.
Á ÁIa mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan
terdakwa agar memberitahukan kepada aparat yang berwenang baik itu
ke polisi maupun ke Kejaksaan Negeri Martapura. "Kami mengimbau
kepada siapa saja yang mengetahui keberadaan terdakwa agar dapat
memberitahukan kami dengan menghubungi nomor Hp 081349334185," ujar
Zulhadi.
Á ÁZulhadi mengatakan, istri terdakwa Hairul Saleh sebelumnya
berani menjamin untuk menghadirkan suaminya kalau sudah ada salinan
putusan lengkap, dan jaminan itu juga termasuk dari kuasa hukumnya.
Karena itu, pihaknya masih menunggu itikad baik dari mereka yang
tadinya memberikan jaminan untuk menyerahkan terdakwa.
Á Á"Kami menunggu dalam beberapa hari ini bagaimana sikap istri
terdakwa yang menandatangani surat jaminan itu termasuk
pengacaranya, kami tegaskan surat itu bukan kesepakatan tapi
pernyataan mereka yang memberi jaminan," tandas Zulhadi.
Á ÁZulhadi menyatakan, apabila tidak ada itikad baik dari yang
memberi jaminan untuk menyerahkan terdakwa maka dalam KUHP pasal
216 jelas disebutkan barang siapa mencegah merintangi atau
menghalangi sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh salah seorang
pegawai negeri itu dalam menjalankan peraturan undang©undang
dihukum penjara selama©lamanya empat bulan dua minggu.
Á Á"Putusan Mahkamah Agung adalah tepat dan benar karena itu kami
harapkan terdakwa segera menyerahkan diri," tegas Zulhadi. Ã Ãdio/adi

No comments: