Thursday, July 8, 2010

Tak Jadi Dipalak Preman

SOLAHUDIN (25) memang nyentrik. Ia hanya dengan bersepeda sejak 1
Januari 2004, berkeliling dan menjelajahi seantero Indonesia,
hingga tersisa Kalsel, Kalteng dan Kalbar.
Á ÁIa kini berada di Banjarmasin dan berniat akan terus berkelana
menuju Kalteng dan terakhir Kalbar. "Perjalanan ini bagian dari
nazar saya sejak kecil, jika sembuh dari lumpuh, akan berkeliling
Indonesia menggunakan sepeda," cetusnya ketika berada di Polda
Kalsel, Rabu (7/7).
Á ÁPria kelahiran Tasikmalaya 17 April 1985, putra sulung Usuf
(45) dan Uminah (40) ini sudah cukup banyak merasakan pengalaman
selama di perjalanan.
Á ÁBertolak dari Tasikmalaya ia cuma berjalan kaki ke Bandung
yang berjarak 200 km. Perjalanan melelahkan itu ia tempuh dalam
waktu empat hari.
Á ÁDi Bandung, oleh Gubernur Jabar, Danny Setiawan, ia diberi
hadiah sebuah sepeda yang dengan itulah ia terus berkelana,
mengelilingi Jawa, Sumatra, ke Bali, Lombok, Kupang dan ke Papua
termasuk ke Merauke.
Á ÁPerjalanan diteruskan ke Ambon, Sulawesi mulai utara hingga ke
selatan Sulawesi. Baru dari sana ia menyeberang ke Kaltim dan
sampai ke Kalsel.
Á ÁPengalaman menakutkan pernah dialami, ketika di Palembang mau
dipalak empat preman, 2004 lalu. "Namun, dua preman tak setuju dan
akhirnya malah keempatnya tidak jadi memalak saya. Bahkan, mereka
memberi saya uang Rp50 ribu," ucapnya.
Á ÁSelain itu, ia juga pernah hampir diterkam lima ekor harimau
ketika berada di tengah hutan Jambi, menjelang Pekanbaru. "Lima
ekor harimau sudah bersiap©siap hendak menerkam saya yan lagi ada
di dalam kemah. Namun, saya cuma pasrah ke Allah dan ajaibnya, lima
ekor harimau itu berlalu," ucapnya.
Á ÁBegitu juga ketika di Papua, ia disergap para pemberontak dari
OPM yang tidak senang Solahudin membawa bendera Merah Putih di
sepedanya. "Pemberontak memaksa saya menyertakan bendera Bintang
Kejora di sepeda saya. Dengan berupaya tetap tenang, saya terima
bendera mereka. Setelah cukup jauh, bendera itu saya masukkan ke
dalam tas," bebernya.
Á ÁIa mengaku beruntung karena selama di perjalanan diterima
dengan baik oleh pejabat di kota yang ia kunjungi. "Saya berkelana
sambil mengkampanyekan perdamaian, kemudian memasyarakatkan sepeda
sehat bebas polusi dan hemat energi," cetusnya.
Á ÁSelama perjalanan, Solahudin sudah menghabiskan tujuh buah
ban, 27 sandal jepit, sepatu dua pasang, lima celana, tiga set
rantai sepeda dan 15 buah kampas rem, termasuk 15 lembar bendera.
à Ãadi

No comments: