Saturday, July 31, 2010

Sisa Tahanan Harus Dijalani Di Dalam LP

BANJARMASIN © Kepala LP Teluk Dalam, Sugino menerangkan bahwa
perlakuan terhadap tahanan yang direhablitasi dari ketergantungan
narkotika memang ada perlakukan khusus.
Á ÁDisinggung mengenai tahanan yang mendapat pengobatan atau
rehabilitasi seperti terpidana M Irwan Hamdi alias Alui (Waket DPRD
Tanbu), Sugino menjelaskan kalau semua itu memang sudah tercantum
dalam UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Á ÁDikatakannya, misal terdakwa divonis satu tahun dan menjalani
rehabilitasi, maka rehabilitasi itu dihitung pula menjadi masa
tahanannya, misal rehabilitasinya enam bulan, berarti sisa dijalani
di dalam LP menjadi enam bulan.
Á ÁTerkait dengan terpidana Irwan Hamdi alias Alui yang divonis
satu tahun dan harus menjalani rehabilitasi, ia menjelaskan kalau
Irwan Hamdi alias Alui masuk rehabilitasi Rumah Sakit Sambang
Lihum, karena terbukti mengalami ketergantungan.
Á ÁDiketahui Irwan Hamdi alias Alui, resmi menjadi terpidana
kasus narkoba selama satu tahun dan dinyatakan masuk rehabilatasi
Rumah Sakit Sambang Lihum oleh pihak Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin pada awal bulan April 2010 kemarin, dan kini kondisi
mulai membaik.Ä Ä
Á ÁSementara itu, menanggapi isu beredarnya video porno yang
berdurasi sekitar lima menit dan diambil dari lingkungan LP Teluk
Dalam, dibantahnya.
Á ÁMenurutnya, tidak ada video mesum atau porno yang beredar di
lingkungan LP Teluk Dalam Banjarmasin, belakangan memang ada fotoªfoto dari warga binaan yang sengaja disimpan dalam kamera Hp oleh
seseorang warga binaan pula.
Á Á"Namun itu berupa foto waktu para warga binaan perempuan
sedang melakukan luluran bersama©sama, dan untuk mencegah kesan
yang tidak baik kemudian foto tersebut dihapus," katanya.
Á Á"Kita telah melakukan razia dan hasilnya ada puluhan Hp yang
berhasil kita sita. Razia ini kita lakukan untuk mencegah ada
prilaku yang menyimpang, seperti memfoto temannya dan kemungkinan
untuk berkomunikasi transaksi narkoba," ungkapnya.
Á ÁAlternatif lain telah dilakukan pihak LP Teluk Dalam dengan
cara menyediakan warung telekomunikasi (wartel), agar para warga
binaan yang melakukan komunikasi bisa terpantau dan terawasi.
Á Á"Kita menyediakan wartel dengan kapasitas empat box, dan
waktunya terbatas," ucapnya. ris/adi

No comments: