Monday, July 19, 2010

SHM Muhidin Bakal Diambil Paksa

BANJARMASINÄ Ä © H Muhidin, pemenang Pemilukada Banjarmasin 2010,
disinyalir masih belum mau menyerahkan SHM No 21/1972 yang
bermasalah kepada penyidik Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel.
Hal itu, membuat penyidik 'geram' dan berencana mengambil paksa SHM
tersebut.
Á ÁPadahal, penyidik beberapa waktu lalu terlanjur memegang izin
penyitaan dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. Izin diberikan
mengingat SHM tersebut diperlukan sebagai barang bukti dan akan
diperiksakan ke laboratorium untuk diteliti keasliannya.
Á ÁPenyitaan SHM 21/1972 dari tangan H Muhidin, selaku pembeli
lahan di Jl A Yani Km 17 Gambut dari Emmy, didasarkan penetapan
penyitaan dari PN Banjarmasin No 721/Pen.Pid/2010/PN Bjm akhir Mei
2010.
Á Á"Sudah dua kali kita minta agar SHM diserahkan, namun tak juga
dihiraukan. Jika tidak diserahkan juga, kita akan lakukan upaya
paksa, mengingat izin pengadilan sudah ada," ujar sumber.
Á ÁPenyidik pada Kamis (17/6) lalu sudah melakukan pematokan
dan pemasangan plang di lokasi tanah sebagai tanda bahwa tanah
tersebut disita sebagai barang bukti dalam kasus penyerobotan lahan
milik Nirwanati yang diduga dilakukan Emmy.
Á ÁTanah bermasalah yang dibeli Muhidin diduga seharga Rp200 juta
itu juga disita 3 Juni 2010 lalu sebagaimana penetapan PN Martapura
No 188/Pen.Pid/2010/PN Mtp.
Á ÁH Muhidin disinyalir sumber di Kejati Kalsel juga mungkin jadi
tersangka jika terbukti menadah tanah bermasalah tersebut
sebagaimana ketentuan dalam pasal 480 KUHP.
Á ÁEmmy sendiri sudah dipastikan terkena pasal 385 KUHP alias
melakukan tindakan penyerobotan harta milik orang lain tanpa hak.
Namun, untuk pasal pemalsuan SHM sebagaimana diatur dalam pasal 263
KUHP, penyidik masih perlu memeriksa keaslian SHM tersebut ke Lab
Forensik Polda Jatim.
Á ÁSebagaimana diketahui, selembar SHM No 21/1972 dan sebidang
tanah di Jl A Yani Km 17 Gambut yang masih bermasalah dan kebetulan
berada di tangan H Muhidin, disita petugas kepolisian dari Sat I
Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM SHM No 21/1972
atas nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600. Ã Ãadi

No comments: