Friday, July 16, 2010

Puluhan Warga Etnis Tertentu Diusir Paksa

BANJARBARUÄ Ä © Akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Pepatah ini
sepertinya tepat dialamatkan kepada Rohim, seorang warga etnis
tertentu yang sering berbuat ulah di Desa Kampung Baru Kecamatan
Cempaka, Kota Banjarbaru.
Á ÁKarena sikap arogannya yang memukul salah seorang warga
setempat, massa akhirnya melampiaskan kemarahan yang selama ini
dipendamnya dengan mengusir puluhan warga etnis tertentu tersebut,
Jumat (16/7).
Á ÁBukan hanya itu, massa juga merusak tujuh buah rumah warga
etnis yang tersebar di Desa Kampung Baru, dan mengobrak©abrik isi
rumah yang sudah ditinggalkan para warga etnis tersebut. Ketujuh
rumah warga etnis tersebut atas nama, Astiwar, M Kholil, Khairun,
Sabrun, Madi, dan Siyam.
Á ÁMenurut keterangan beberapa warga setempat, peristiwa ini
diawali pemukulan yang dilakukan Rohim kepada Isam yang
mengakibatkan Isam mengalami luka di wajah. Rohim yang kini sudah
ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Banjarbaru, pada Jumat
(16/7) sekitar pukul 11.00 Wita lalu lalang dengan sepeda motor
yang dikendarainya dengan suara yang bising.
Á ÁKemudian oleh korban ditegur karena pada saat itu ada
pertemuan antara warga dengan tokoh masyarakat dan salah satu calon
kepala daerah Kota Banjarbaru. Bukannya mematuhi teguran itu,
sebaliknya tersangka yang saat itu berboncengan dengan temannya
menghentikan sepeda motornya dan justru memukul korban hingga luka
di wajahnya.
Á Á"Kejadian pemukulan itu sekitar pukul 11.00 Wita, waktu itu
ada pertemuan dengan salah satu calon kepala daerah, tapi setelah
ditegur Rohim malah menantang dan memukul Isam sampai berdarah,"
ujar salah seorang warga.
Á ÁMungkin masyarakat masih merasa jengkel dengan ulah tersangka
sehingga bentuk kemarahan itu diwujudkan dengan pengusiran terhadap
tersangka dan warga etnis lainnya.
Á Á"Massa yang sudah sangat marah mencari tersangka dan setelah
menemukannya massa menghajar tersangka hingga babak belur,
untungnya pada saat itu ada aparat kepolisian sehingga tersangka
berhasil diamankan," ujarnya.
Á ÁNamun, rupanya kemarahan massa tidak habis sampai di situ.
Terbukti, sebanyak tujuh buah rumah etnis tersebut yang tersebar di
RT 19, 20, 21, dan 41 Desa Kampung Baru menjadi sasaran amuk massa.
"Satu persatu rumah itu dihancurkan karena massa sudah sangat
marah, dan sepertinya kesabaran massa sudah habis," katanya.
Á ÁMenurut warga tadi, sebelum kejadian ini, sudah beberapa kali
terjadi keributan yang dilakukan warga etnis ini, namun warga
setempat masih sabar dan tidak meladeni. "Warga etnis ini ada yang
membuat ulah dengan warga setempat, berkelahi di pasar, dan Rohim
sendiri sering membuat ulah," ujarnya.
Á ÁDari pengakuan banyak warga setempat, mereka tidak ingin warga
etnis tersebut kembali ke Desa Kampung Baru. "Seharusnya merekaÔ h) 0*0*0*° ° Ô bisa©bisa membawa diri di kampung orang, kami tidak mau mereka
kembali ke Kampung Baru," tegasnya yang diamini warga lainnya.
Á ÁSementara itu, hasil pertemuan antara Kapolres Kota Banjarbaru
AKBP Aby Nursetyanto dengan tokoh masyarakat Guru Husaini, dan para
RT setempat menyatakan, massa diminta tidak lagi melakukan
pengrusakan dan menyerahkan masalah ini ke aparat berwajib untuk
diproses hukum. Dan, masyarakat yang ada di RT 19, 20, 21 dan 41
sendiri tidak ingin lagi menerima warga etnis karena Rohim dan
kakaknya yang bernama Madi sering membuat ulah di Kampung Baru.
Á ÁGuru Husaini meminta kepada pihak kepolisian minimal dari
aparat Polsek Cempaka untuk melakukan penjagaan di Kampung Baru
hingga suasana kembali kondusif.
Á ÁSementara itu, Kapolres Kota Banjarbaru AKBP Aby Nursetyanto
mengatakan, tersangka Rohim saat ini sudah ditahan di Mapolres
Banjarbaru dan kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolda Kalsel. "Kita
sudah laporkan ke Polda dan kemungkinan diproses di Polda karena
ini menyangkut etnis," ujarnya kepada wartawan. Ã Ãdio/adi

No comments: