Monday, July 12, 2010

PN Martapura Terima Salinan Putusan MA * Tiga Terpidana PKM Segera Dieksekusi

MARTAPURA © Keinginan masyarakat Kalsel agar proses hukum terhadap
ketiga terpidana yang tersangkut kasus Pabrik Kertas Martapura
(PKM) tidak berlarut©larut tampaknya segera terwujud. Pengadilan
Negeri (PN) Martapura telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung
(MA) yang menerima kasasi jaksa, sehingga membatalkan vonis bebas
terhadap Hairul Saleh, Iskandar Djamaluddin, dan Gunawan Santosa.
Á ÁKetua PN Martapura, Edy Suwanto SH MH kepada à ÃMata BanuaÄ Ä, Senin
(12/7) mengatakan, pihaknya baru saja menerima salinan putusan MA.
Dan, pada hari itu juga pihaknya akan memperbanyak salinan putusan
itu untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura, para
terpidana, dan kuasa hukumnya.
Á Á"Salinan putusannya baru tadi pagi datang, kita akan fotokopi
dan periksa salinan putusan itu kemudian kita serahkan ke
kejaksaan, para terdakwa dan kuasa hukum terdakwa," ujarnya.
Á ÁEdy menegaskan, salinan putusan dari MA ini isinya sama dengan
kutipan yakni untuk terdakwa Hairul Saleh dan Iskandar dikenakan
lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan
penjara, serta membayar biaya perkara Rp2.500. Sedangkan, untuk
terdakwa Gunawan Santosa divonis lima tahun penjara dan denda Rp200
juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp6.337.350.000.
Á Á"Jika terdakwa Gunawan tidak membayarnya selama satu bulan
maka harta kekayaannya disita dan dilelang, jika tidak punya harta
kekayaan maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun,"
tegas Edy.
Á ÁEdy menandaskan, paling lambat pada Selasa (13/7), fotokopi
salinan putusan dari MA itu akan diserahkan ke Kejari Martapura,
dan mengenai eksekusi kepada ketiganya tentunya menjadi wewenang
pihak kejaksaan. "Kita hanya menyerahkan salinan putusan dari MA
itu dan paling lambat besok (hari ini) kepada kejaksaan, dan
mengenai eksekusi itu wewenang kejaksaan," katanya.
Á ÁKajati Kalsel Abdul Taufiq SH MH mengakui kalau salinan
putusan kasasi MA sudah ada di PN Martapura. "Kejari Martapura
sedang berkoordinasi dengan PN Martapura. Selanjutnya, silakan
konfirmasikan langsung dengan Kajari Martapura," ujar Taufiq.
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH membenarkan adanya
informasi tentang diterimanya salinan putusan dari MA itu di PN
Martapura. "Saya baru mendapat telepon katanya salinan putusannya
sudah ada di PN Martapura," ujarnya.
Á ÁZulhadi yang saat itu didampingi Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri
Martapura Agung Pamungkas SH menegaskan, pihaknya menunggu salinan
putusan itu dari PN Martapura, dan apabila sudah diterima maka
pihaknya segera membuat surat panggilan untuk ketiganya. "Kalau
sudah kita terima salinan putusannya kita buat surat panggilan dan
melakukan eksekusi," kata Zulhadi.
Á ÁSementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada
sore harinya, Kasi Pidsus Agung Pamungkas mengatakan, hingga saat
ini pihaknya masih menunggu salinan putusan tersebut dari PN
Martapura. "Kita juga masih menunggu hingga sore ini, mungkinÔ h) 0*0*0*° ° Ô eksekusinya besok mas, karena kita juga harus mempersiapkan yang
lainnya," imbuh Agung.
Á ÁSementara itu, Sabri Noor Herman SH MH, kuasa hukum Iskandar
mengungkapkan, ia memang mendengar kalau salinan putusan ada di PN
Martapura. "Kita akan menunggu panggilan dari Kejari Martapura.
Yang jelas, selama ini, klien kita sangat kooperatif," tukasnya.
à Ãdio/adi

No comments: