Thursday, July 15, 2010

Penasihat Hukum Juariyah Protes

 
PELAIHARI Ä Ä© Penasihat hukum Juariyah, mempertanyakan adannya
perbedaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pelaihari
terhadap dua terdakwa, dalam persidangan kasus dugaan penyelewengan
dana alokasi khusus (DAK) tahun 2008 di SDN Ujung Batu Pelaihari
yang menyeret nama kepala sekolah, Waluyo (53) dan pengawas rayon
4 Ujung Batu 2 UPTD Kecamatan Pelaihari, Juariyah (48) sebagai
pesakitan.
Á ÁMenurut Wanto Asalan SH, penasehat hukum Juariyah, ketika
dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/7), Waluyo©lah yang bertanggungªjawab atas DAK. "Tuntutanya kok lebih ringan dari Juariyah yang
tidak mengetahui persoalan," sungutnya.
Á ÁPada persidangan kasus dugaan penyalahgunaan DAK 2008 sebesar
Rp130 juta lebih ini, JPU Kejari Pelaihari telah membacakan
tuntutan kepada Waluyo dengan hukuman empat tahun penjara, sedang
untuk Juariyah dituntut tujuh tahun enam bulan penjara dan denda,
ditambah lagi membayar ganti rugi.
Á Á"Dalam persidangan tersebut Juariyah dikenakan pasal 55 tindak
pidana korupsi, sementara klien kami tidak ada kesalahan seperti
apa yang dituduhkan, karena pertanggungjawaban permasalahan DAK ini
adalah kepala sekolah Waluyo. Hendaknya tuntutan JPU, lebih
meringankan klien saya," ujar Wanto.
Á ÁTerpisah terkait dengan hal tersebut, JPU Kejari Pelaihari, M
Wahyuni mengatakan, pihaknya mengagap permasalahan ini tidak
menjadi persoalan yang cukup berarti, karena pengacara terdakwa
bebas saja untuk berbicara.
Á ÁMenurutnya, permasalahan tuntutan terdakwa berbeda itu juga di
dasari cukup bukti dari keterangan©keterangan beberapa saksi.
Á Á"Keterangan saksi serta bukti©bukti yang memberatkan tuntutan
Juariyah dari pada Waluyo," ujar M Wahyuni.
Á ÁWahyuni menambahkan, kasus dugaan penyelewengan DAK 2008 di
SDN Ujung Batu 2 ini, berdasarkan keterangan saksi, saat itu Waluyo
menggunakan DAK 2008 itu terlihat pasif, yang banyak melakukan
kegiatan adalah Juariyah, seperti melakukan pembayaran terhadap
barang dan upah tukang. "Ini tentunya Juariyah©lah yang banyak
bertanggung jawab dalam masalah ini," cetusnya. Ã Ãcan/adi

No comments: