Monday, July 19, 2010

Pembekuk Buronan Pembobol Bank Dapat Reward

BANJARMASINÄ Ä © Lima polisi anggota tim pembekuk Tuki (44), buronan
pembobol Bank Danamon Kotabaru, diberikan reward dan penghargaan
oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab, Senin (19/7) dalam
apel Senin di halaman Mapolda Kalsel.
Á ÁKelima aparat anggota Dit Reskrim Polda Kalsel yang dinilai
berjasa itu adalah Aiptu Suhaili, Bripka M Noor Toha, Brigadir
Saeful Bahrudin, Brigadir Wahyudi SSos dan Briptu Eddy Yanto Yoren.
Á Á"Mereka ini layak mendapat penghargaan karena berhasil
membekuk buronan pembobol Bank Danamon Kotabaru beberapa waktu
lalu. Prestasi ini patut dicontoh oleh anggota yang lain," ujar
Brigjen Untung dalam sambutannya.
Á ÁKapolda bahkan menyayangkan ada oknum kapolres yang justru
membuat institusi menjadi sorotan. Kapolres yang semestinya sebagai
atasan bisa ditiru, justru memberikan contoh yang kurang baik
kepada bawahannya.
Á ÁAiptu Suhaili dkk memang dikenal di kalangan wartawan, kerap
berhasil menciduk buronan meskipun sang buronan melarikan diri
keluar Kalsel.
Á ÁSebagaimana diketahui, Buser Sat I Krimum Dit Reskrim Polda
Kalsel yang terus melacak dan mengejar Tuki (50), buronan pembobol
Bank Danamon Kotabaru senilai Rp2,1 miliar, sejak sebulan lebih,
akhirnya berhasil meringkus tersangka di Sleman DI Jogjakarta,
Jumat (2/7) sekitar pukul 01.00 Wita.
Á ÁTuki sebelumnya menghilang pasca menguras isi brankas bank
yang semestinya ia jaga keamanannya itu, Sabtu (15/5) lalu.
Á ÁPolisi berupaya melacak pelarian Tuki dengan jalan memintai
keterangan sejumlah saksi mata termasuk keluarga Tuki.
Á ÁTuki membelanjakan sebagian uang curiannya, seperti membeli
Honda Vario, mobil Suzuki Carry senilai Rp200 juta serta membeli
sebuah rumah di Kompleks Prambanan RT 1 Sleman.
Á ÁDi rumah yang dibelinya seharga Rp86 juta itulah akhirnya Tuki
tertangkap aparat Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel yang
bekerja sama dengan Polres Sleman, Jumat (2/7) dini hari.
Á Á"Saya bukan penjahat, tetapi karena hanya kecewa dengan
manajemen Danamon. Kalau saya mau, saya akan ambil semua uang dalam
brankas yang bernilai Rp15 miliar," cetusnya lagi.
Á ÁTuki mengaku juga bahwa sebagian besar uang curian ia titipkan
ke seorang temannya. Namun, siapa temannya itu dan ke mana saja
uang yang dicurinya disimpan, masih belum diungkapnya.
Á ÁWarga Jl Simpang Karya RT 11 Kotabaru ini masih menjalani
pemeriksaan oleh polisi yang ingin mengetahui ke mana saja barang
bukti digelapkan Tuki. Ã Ãadi

No comments: