Thursday, July 8, 2010

Oknum Polisi Lari Dari RSJ

BANJARMASINÄ Ä © Brigadir Dam, oknum polisi yang dikirim ke RSJ
Sambang Lihum, Gambut untuk kepentingan observasi kejiwaannya,
berulah lagi. Pada Rabu (7/7) malam sekitar pukul 22.00 Wita, ia
diduga melarikan diri dari RSJ.
Á ÁDari informasi, Dam sepertinya tidak betah menjalani terapi
yang diterapkan dokter di RSJ. Begitu ia dibezuk oleh keluarganya,
diduga saat itulah ada kesmepatan bagi Dam untuk keluar dari RSJ
dan pergi ke Banjarmasin.
Á ÁMasih menurut informasi, Dam malam itu lantas pergi ke
Nashville HBI Jl A Yani Km 4. Namun, ia tidak berapa lama di sana,
karena ada seseorang yang memberitahunya bahwa bakal ada aparat
menangkapnya.
Á ÁDam lalu keluar dan anehnya ia masih tetap mencari THM.
Menjelang tengah malam itu, ia disinyalir hendak pergi ke Sphinx Jl
Lambung Mangkurat.
Á ÁNamun, di sanalah atau tepanya di parkiran, Dam diringkus
Provos Bid Propam Polda Kalsel yang langsung membawanya ke Polda
Kalsel untuk diamankan.
Á ÁLarinya Dam dari RSJ kabarnya sempat membuat sibuk aparat
provos yang terpaksa mencari©cari Dam di hampir semua THM, termasuk
ke NASA Jl Djok Mentaya, sehingga pengunjung mengira ada razia.
Á ÁKamis (8/7), Kaden 88 Anti Teror AKBP Frans Tanau yang adalah
atasan Brigadir Dam mengakui bahwa anak buahnya yang sedang
diobservasi di RSJ, melarikan diri.
Á Á"Padahal dia sedang menjalani observasi. Namun, setelah dicari
provos, ia berhasil diamankan di parkiran Sphinx Jl Lambung
Mangkurat," cetusnya.
Á ÁMenurut Frans, Dam demi keamanan terpaksa ditahan di tahanan
Polda Kalsel. Meski demikian, terapi kejiwaan terhadap Dam masih
tetap dilakukan dengan cara dokter kejiwaan datang ke Polda Kalsel.
Á Á"Dengan alasan keamanan, observasi dilakukan di Polda Kalsel
saja, dengan cara dokternya kita jemput ke sini," paparnya lagi.
Á ÁBerulang©ulang kali mabuk, mengamuk dan menganiaya orang lain,
akhirnya oknum polisi, Brigadir R Dam, dikirim kesatuannya, Den 88
Anti Teror Polda Kalsel ke RSJ Sambang Lihum di Gambut, Selasa
(6/7).
Á ÁKaden 88 Anti Teror, AKBP Frans Tanau yang merupakan komandan
oknum ini mengaku sudah kehabisan akal membina Dam, sehingga
terpaksa mengirim yang bersangkutan ke RSJ.
Á Á"Dia memang sudah berulang kali membuat masalah, ngamuk tanpa
alasan. Makanya kita observasi dahulu kejiwaannya dengan
mengirimkannya ke RSJ," terang Frans.
Á ÁDam pada Minggu (4/7) dini hari, ketika mabuk tiba©tiba
memasuki Losmen Teja di kawasan Pegadaian, seberang Hotel Tokyo Jl
P Antasari.
Á ÁKala itu, menurut sumber, Dam setengah berteriak mengatakan
bahwa dirinya akan melakukan razia di losmen tersebut. Resepsionis,
Arif mencoba menanyakan secara spontan apa maksud sebenarnya dari
Dam.
Á ÁNamun, rupanya, pertanyaan sopan Arif dianggap melecehkannya,
sehingga Dam menjadi naik pitam bahwa hal itu sudah tugas berdasarÔ h) 0*0*0*° ° Ô perintah pimpinannya.
Á ÁKaruan saja, pegawai losmen menjadi panik, sehingga terpaksa
manajer losmen, Koh Aming turun tangan untuk menenangkan suasana.
Ketika Koh Aming menanyakan surat perintah kegiatan razia, Dam
justru mengamuk dan menghajar Koh Aming dan Arif.
Á ÁAlhasil, Koh Aming menderita lebam©lebam di sekujur tubuhnya
akibat pukulan telak Dam yang memang sudah terlatih untuk
melumpuhkan penjahat ini. Ã Ãadi

No comments: