Tuesday, July 6, 2010

Oknum Polisi Dikirim Ke RSJ

BANJARMASINÄ Ä © Berulang©ulang kali mabuk, mengamuk dan menganiaya
orang lain, akhirnya oknum polisi, Brigadir R Dam, dikirim
kesatuannya, Den 88 Anti Teror Polda Kalsel ke Rumah Sakit Jiwa
(RSJ) Sambang Lihum di Gambut, Selasa (6/7).
Á ÁKaden 88 Anti Teror, AKBP Frans Tanau yang merupakan komandan
oknum ini mengaku sudah kehabisan akal membina Dam, sehingga
terpaksa mengirim yang bersangkutan ke RSJ.
Á Á"Dia memang sudah berulang kali membuat masalah, ngamuk tanpa
alasan. Makanya kita observasi dahulu kejiwaannya dengan
mengirimkannya ke RSJ," terang Frans.
Á ÁDitambahkan, dirinya masih belum bisa memastikan apakah Dam
memang mengidap stres atau apa, mengingat belum ada tes kejiwaan
yang dilakukan terhadap Dam. "Dengan diperiksa ahlinya, mungkin
bisa diketahui apa sebenarnya yang dialami oknum ini," ungkapnya.
Á ÁDiinformasikan, Dam pada Minggu (4/7) dini hari, ketika mabuk
tiba©tiba memasuki Losmen Teja di kawasan Pegadaian, seberang Hotel
Tokyo Jl P Antasari.
Á ÁKala itu, menurut sumber, Dam setengah berteriak mengatakan
bahwa dirinya akan melakukan razia di losmen tersebut. Resepsionis,
Arif mencoba menanyakan secara spontan apa maksud sebenarnya dari
Dam.
Á ÁNamun, rupanya, pertanyaan sopan Arif dianggap melecehkannya,
sehingga Dam menjadi naik pitam bahwa hal itu sudah tugas berdasar
perintah pimpinannya.
Á ÁKaruan saja, pegawai losmen menjadi panik, sehingga terpaksa
manajer losmen, Koh Aming turun tangan untuk menenangkan suasana.
Ketika Koh Aming menanyakan surat perintah kegiatan razia, Dam
justru mengamuk dan menghajar Koh Aming dan Arif.
Á ÁAlhasil, Koh Aming menderita lebam©lebam di sekujur tubuhnya
akibat pukulan telak Dam yang memang sudah terlatih untuk
melumpuhkan penjahat ini.
Á ÁKasus pemukulan ini kemudian ditangani oleh pihak Dit Reskrim
dan Bid Propam Polda Kalsel.
Á ÁOknum berinisial Dam ternyata pernah juga berulah dengan
mengacung©ngacungkan senjata api ketika coba diamankan aparat Sat
Lantas Poltabes Banjarmasin beberapa waktu lalu di kawasan Hotel
SwissBell Jl P Antasari.
Á ÁSebelum insiden di hotel ini, Dam terlibat tabrakan dengan
pengendara lain di kawasan Jl A Yani Km 4. Ia keluar dari mobil
Avanzanya kala itu sambil berteriak agar warga jangan macam©macam
karena dirinya adalah aparat penegak hukum.
Á ÁIa dikabarkan juga pernah mengamuk di HBI hanya karena
permintaannya untuk dibukakan kamar hotel tidak digubris pengelola
HBI. Dam disinyalir juga pernah berulah di Simpati ketika tagihan
telepon selularnya senilai Rp800 ribuan tidak bisa ia tutupi dengan
uang kontannya. Begitu juga di markasnya Den 88, ia juga kerap
terlibat cekcok dengan sesama anggota. Ã Ãadi

No comments: