Tuesday, July 6, 2010

Objek Kasus Mestinya Status Quo

BANJARMASINÄ Ä © Pimpinan PT EDI, Jad memang sudah ditetapkan sebagai
tersangka dalam dugaan pengrusakan lahan kebun sawit milik petani
kepala sawit di Desa Makmur Mulia, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah
Bumbu (Tanbu). Namun, disayangkan, objek kasus justru kembali
ditambang oleh PT EDI.
Á ÁKasus ini sudah memasuki tahap P©21 atau berkas perkara Nomor
Pol: B/13.a©4/VI/2010/Dit Reskrim tanggal 3 Juni 2010 serta surat
No. B©1596/Q.3.4/Epp.2/06/2010 tertanggal 25 Juni 2010 tersebut,
dinyatakan lengkap oleh Kejati Kalsel.
Á ÁSenin (5/7), Kajati Kalsel Abdul Taufiq SH MH melalui Sandy
Rosady SH yang kebetulan menangani berkas kasus limpahan dari Dit
Reskrim Polda Kalsel itu mengharapkan agar PT EDI menghormati
proses hukum yang sedang berjalan.
Á ÁMenurutnya, objek kasus semestinya tidak diutak©atik sampai
persoalan hukum itu tuntas di pengadilan, karena hal itu justru
akan membuat pihak yang berkepentingan, dalam hal ini petani plasma
Sumber Usaha KUD Nusantara (TPK Sumber Harapan) yang menjadi lawan
PT EDI merasa dirugikan.
Á Á"Objek kasus itu tidak boleh diutak©atik, apalagi proses hukum
kasus ini masih berjalan," ujar Sandy.
Á ÁSayangnya, dari pengaduan Abdul Tinus, koordinator petani ke
media dan Polda Kalsel, PT EDI dengan dibekingi puluhan aparat
Brimob justru kembali menambang di lokasi sengketa.
Á ÁKabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto kepada wartawan
masih melakukan pengecekan mengenai adanya sinyalemen yang sempat
keluar di media atas pengaduan Tinus tersebut.
Á ÁSebagaimana diberitakan, Abdul Tius, Ketua TPK Sumber Harapan
mensinyalir, PT EDI yang masih beroperasi di kawasan sengketa
diduga dibekingi oknum perwira menengah di Polda Kalsel.
Á ÁMenurut Tinus, akhir pekan tadi, alat berat milik PT EDI mulai
beroperai menambang sejak 16 Juni 2010.
Á ÁDikatakan, karena masih menghormati proses hukum, pihaknya
hanya menyurati petinggi PT EDI dan ditembuskan ke Polda Kalsel dan
Kejati Kalsel, yang intinya agar PT EDI menghormati proses hukum
yang sedang berjalan.
Á ÁMasih menurut Tinus, menyikapi masalah tersebut, pihaknya akan
melaporkan masalah ini ke Kapolri jendral Bambang Hendarso Danuri
(BHD), Div Propam Mabes Polri dan Ombudsman. Harapannya, agar Polri
serius menangani kasus penyerobotan lahan milik kelompok tani serta
menindak oknum©oknum polisi yang membekingi PT EDI.
Á ÁPT EDI dengan alat beratnya sudah kembali nekat beroperasi
sejak tanggal 16 Juni 2010. Karena masih menjunjung tinggi proses
hukum, kelompok tani sempat menyurati Pimpinan PT EDI dengan
tembusan ke Polda Kalsel dan Kejati Kalsel, agar pihak PT EDI bisa
menghormati proses hukum yang sedang berjalan, tapi faktanya surat
tersebut tak digubris dan penambangan pun terus dilakukan.
Á Á"Sangat kami sayangkan Polda Kalsel tak bisa berbuat apa©apa
dengan aktifitas penambangan PT EDI ini. Jangankan menghentikan
aktifitas tambang illegal, memasukkan Jadid saja sebagai tersangka
ke dalam sel tahanan, sepertinya mereka tidak mampu," sesalnya.
à Ãadi

No comments: