Monday, July 26, 2010

Ngajak Transaksi Ineks Di Masjid

BANJARMASIN © Ada©ada saja ulah Faj alias Manun (24). Ia nekat
mengajak transaksi ineks di dalam masjid, dan akhirnya ia pun
diciduk aparat Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel, meski dengan susah
payah, Jumat (23/7) sekitar pukul 17.30 Wita.
Á ÁPria lajang, warga Jl Veteran Gg Dwikora Banjarmasin ini
tertangkap di dalam Masjid Misbahul Batunim di Keramat Raya
Banjarmasin.
Á ÁInformasi terhimpun, polisi memperoleh informasi bahwa Faj
alias Manun kerap mengedarkan sabu di kawasan dekat dengan rumah
tinggalnya.
Á ÁInformasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Kemudian diaturlah upaya menjebak Faj dengan jalan seorang polisi
menyamar sebagai calon pembeli ineks.
Á ÁKetika dikontak, Faj tanpa curiga mengaku mampu menyediakan
ineks sesuai permintaan. Kemudian, polisi yang menyamar meminta
disediakan sebutir ineks.
Á ÁTerjadilah kesepakatan harga, yakni sebutir seharga Rp230
ribu. Namun, Faj mengatur sendiri di mana lokasi transaksi.
Anehnya, Faj meminta agar transaksi dilakukan di dalam sebuah
masjid, yakni Masjid Misbahul Batunim.
Á ÁMeski terdengar aneh dan nekat, polisi yang menyamar
menyanggupinya karena tak ingin pengedar ineks yang sudah
meresahkan warga sekitar itu, hilang jejaknya.
Á ÁSore itu lalu dilakukanlah pertemuan di dalam masjid. Hanya
saja, Faj curiga dan lantas menyadari kalau pria yang di hadapannya
adalah seorang polisi.
Á ÁFaj alias Manun tiba©tiba dengan cepat menelan ineks yang
bakal dijadikan barang bukti. Polisi dengan sigap berupaya
mengeluarkan sebutir ineks dari mulut Faj dengan cara mencolokkan
jari.
Á ÁNamun naas, sang polisi malah digigit Faj, sehingga jari
tangan aparat penegak hukum ini terluka. Meski demikian, ineks
berhasil dikeluarkan.
Á ÁSesudah itu, Faj digelandang menuju rumahnya, yakni di kawasan
Jl Veteran Gg Dwikora. Setelah dilakukan penggeledahan, di dalam
kamar Faj, polisi kembali menemukan 18 butir ineks warna coklat
tanpa logo.
Á ÁDengan barang bukti itu, Faj lalu digiring menuju Polda Kalsel
untuk pemberkasan. Ia dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal
112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman
hukuman minimal lima tahun penjara.
Á ÁDi hadapan petugas, Faj mengaku sudah tiga bulan ini menjalani
aktivitas mengedarkan ineks. Ineks diperoleh dari Anang. Untuk tiap
butir ineks, Faj memperoleh untung sekitar Rp20 ribu.
Á ÁKasat II Dit Narkoba AKBP Jimmy A Anes membenarkan bahwa
pihaknya berhasil menangkap Faj, meski untuk itu, seorang
anggotanya terluka pada jari akibat gigitan Faj. Ã Ãadi

No comments: