Sunday, July 11, 2010

Komentar Bersifat Umum

BANJARMASIN © Lahan yang memang sudah menjadi barang bukti dalam
suatu kasus mesti berstatus quo. Kasi Pra Penuntutan Kejati Kalsel
Sandi Rosadi SH, membantah mengenai pernyataannya seperti itu
bertendensi pada kasus tertentu, apalagi kasus lahan di Desa Makmur
Mulia, Kecamatan Satui, Tanbu.
Á ÁMenurutnya, ia berkomentar setelah dimintai pendapat soal
objek kasus yang masih dalam status quo, apakah bisa digarap atau
tidak.
Á Á"Sehingga pendapat saya tidak khusus untuk soal lahan yang
menjadi sengketa PT EDI dan petani plasma. Maksud saya, semua pihak
memang harus menghormati prosesnya," ungkap Sandy.
Á ÁSementara itu, Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur
Laope mengakui kalau kasus pengrusakan lahan sawit milik petani
plasma KUD Nusantara sudah P©21 .
Á ÁBahkan, lanjutnya, dalam waktu dekat, kasus tersebut akan
dilakukan tahap kedua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.
Á ÁSementara itu, tersangka, Jad kepada wartawan membantah kalau
pihaknya melakukan penambangan ilegal, menyerobot lahan sawit
petani plasma Sumber Usaha KUD Nusantara, apalagi sampai dibekingi
oknum petinggi Polda Kalsel.
Á ÁMenurutnya, penambangan yang dilakukan sudah memiliki dasar
alas hak yang sah, demikian juga soal perizinannya.
Á Á"Kalau soal keberadaan anggota Brimob saat itu, kami hanya
meminta bantuan perlindungan saja agar aman beraktivitas di lahan
kami sendiri. Soal adanya oknum petinggi Polda yang disebut
membekingi kami, itu juga tidak benar," tukasnya. Ã Ãadi

No comments: