Sunday, July 4, 2010

Klaim Dimintai Referensi Saja

BANJARMASIN Ä Ä© Ir H Muslih, Dirut PDAM Bandarmasih Banjarmasin
membantah kalau dirinya diperiksa terkait dugaan penyimpangan di
PDAM Bandarmasih. Menurutnya, ia cuma dimintai referensi teknis
penyertaan modal.
Á ÁSabtu (3/7), Muslih mengatakan, ia berinisiatif datang ke
Kejari Banjarmasin karena ditelepon Kasi Intel Kejari Banjarmasin,
Firman SH MH yang meminta referensi terkait penyertaan modal di PD
Kayuh Baimbai.
Á Á"Jadi saya ditelepon, dan ketimbang beliau datang, lebih baik
saya yang datang. Beliau cuma meminta referensi tentang teknis
penyertaan modal. Sebab, mereka sedang menyelidiki dugaan
penyimpangan di PD Kayuh Baimbai. Jadi sama sekali tidak
membicarakan soal PDAM Bandarmasih," tukasnya.
Á ÁMeski demikian, Kajati Kalsel Abdul Taufiq sudah
menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penyimpangan
di hampir seluruh PDAM di Kalsel.
Á Á"Jika mengacu pada website BPK, diduga PDAM di seluruh Kalsel
ada penyimpangan. Kita minta aparat kejaksaan di daerah untuk
menyelidikinya. Selain itu, kita masih melakukan koordinasi dengan
BPK, apakah penyimpangan itu terkait pidana korupsi ataukah
kesalahan administrasi," cetus Taufiq.
Á ÁKasi Intel Kejari Banjarmasin, Firman SH MH mengakui bahwa
pihaknya sedang menyelidiki dugaan penyimpangan, tak hanya di PD
Kayuh Baimbai, tetapi juga di PDAM Bandarmasih.
Á ÁSebagaimana pernah dimuat dalam pemberitaan, penyimpangan
keuangan di Pemko Banjarmasin dari tahun 2005 hingga
2009 senilai Rp52 miliar sesuai laporan BPK yang diungkapkan
anggota BPK, Rizal Djalil beberapa waktu lalu cukup menghebohkan.
Á ÁRizal sendiri membeberkan, penyimpangan tersebut dengan
rincian pada tahun 2005 Rp22 miliar, tahun 2006 Rp18 miliar, tahun
2007 Rp5 miliar, tahun 2008 Rp6 miliar, dan tahun 2009 Rp11 miliar.
Á ÁMeski tidak merinci di pos mana saja terjadi penyimpangan,
namun kuat dugaan, hampir di semua institusi lingkup Pemko
Banjarmasin diduga bermasalah, namun yang terbesar diduga terjadi
di PDAM Bandarmasih, termasuk di PD Kayuh Baimbai.
Á ÁHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin
melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Kalsel Jl DI
Panjaitan, Rabu (31/3) lalu.
Á ÁHMI Cabang Banjarmasin, dengan ketua yang baru terpilih
Hardiansyah menyatakan agar Kejati Kalsel menindaklanjuti hasil
temuan audit BPK tentang adanya potensi kerugian negara tersebut.
Á ÁDiharapkan Kejati Kalsel dapat bekerja secara profesional
dalam kewenangannya sebagai lembaga yudikatif dan tidak terpengaruh
terhadap segala bujuk rayu baik dari dalam maupun luar institusi
kejaksaan. Ã Ãadi

No comments: