Tuesday, July 27, 2010

Kejaksaan Terus Kejar Terpidana PKM

MARTAPURA Ä Ä© Karena terpidana Gunawan S juga tidak memenuhi
panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura, maka seperti dua
terpidana lainnya yaitu Hairul Saleh dan Iskandar Djamaluddin yang
kini menjadi buronan, terpidana Gunawan S pun ditetapkan sebagai
buronan dalam kasus korupsi eks Pabrik Kertas Martapura (PKM).
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH, Selasa (27/7)
mengatakan, kuasa hukum terpidana Gunawan S yakni Umar Tuastikal SH
sudah datang ke Kejari Martapura, namun dia tidak bisa menghadirkan
terpidana Gunawan S karena beralasan tidak mengetahui keberadaan
Gunawan.
Á Á"Karena tidak memenuhi panggilan maka kami tetapkan terpidana
Gunawan Ssebagai DPO, seperti halnya terpidana Hairul Saleh dan
Iskandar Djamaluddin," kata Zulhadi.Á p p 2 Á
Á ÁZulhadi menandaskan, apabila ketiga terpidana merasa tidak
bersalah kenapa harus melarikan diri. Zulhadi berkeyakinan, cepat
atau lambat ketiga terpidana itu pasti tertangkap, karena mereka
meninggalkan anak dan isteri serta harta kekayaan atas nama mereka.
Á Á"Mereka pasti akan tertangkap mereka pasti pulang karena ada
anak istri," katanya.
Á ÁKetiga terpidana itu sebut Zulhadi, berurusan dengan lembaga,
karena itu meskipun saat ini berhasil melarikan diri dan
bersembunyi sampai tua sekalipun kasusnya tidak akan hilang.
Á Á"Kalaupun saya sudah pensiun pengganti saya tetap mencari
ketiga terpidana ini karena mereka berurusan dengan lembaga,"
tegasnya.
Á ÁZulhadi optimis ketiga terpidana ini akan tertangkap karena
pihaknya sudah menyebarkan foto dan identitas ketiganya baik ke
kepolisian maupun pihak terkait sehingga dipastikan ketiganya tidak
bisa leluasa dalam pelariannya.
Á ÁKasi Pidsus Kejari Martapura Agung Pamungkas SH menambahkan,
pihaknya memang menerima informasi yang menyebutkan keberadaan
terpidana, namun setelah dicek ternyata yang bersangkutan sudah
tidak berada di tempat.
Á Á"Kami menemui ketua RT di mana terpidana tinggal agar
memberitahukan kepada kejaksaan apabila mengetahui posisi
terpidana," kata Agung sembari memperlihatkan tiga foto terpidana
berukuran close up kepada wartawan. Ã Ãdio/adi

No comments: