Thursday, July 8, 2010

Kasus Pemerasan Ditelisik Lagi

BANJARMASINÄ Ä © Cukup lama, yakni sekitar Maret 2010 lalu, kasus
pemerasan yang menimpa Syahruji dkk yang diduga dilakukan oleh lima
oknum polisi bekas anggota Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel, kabarnya
mulai ditelisik lagi.
Á ÁRabu (7/7), informasi yang belum bisa dikonfirmasi
kebenarannya menyebutkan, enam korban pemerasan yang kebetulan
warga Batulicin, Kabupaten Tanbu, didatangi anggota Provos Bid
Propam Polda Kalsel untuk dimintai keterangan.
Á ÁPemeriksaan tersebut dikabarkan untuk melengkapi berkas kasus
tersebut, sehingga bisa layak dibawa ke proses lebih lanjut, baik
itu sidang disiplin maupun peradilan umum.
Á ÁLima oknum yang terlibat melakukan pemerasan terhadap enam
warga yakni Briptu Agus Briptu TR, Briptu HR, dan Briptu X, serta
komandan mereka, Kompol YC. Kelima tersangka ini melakukan
pemerasan terhadap enam orang warga yang sebelumnya dituduh mereka
sebagai pemakai sabu.
Á ÁBahkan, enam orang warga itu sempat disekap di salah satu
kamar hotel HBI sambil mengancam akan memenjarakan para warga jika
tidak menyerahkan uang pelicin. Kabarnya, tiap orang warga dikenai
ongkos bebas Rp30 juta.
Á ÁTakut dipenjara, enam warga yang sebenarnya tidak terbukti
berpesta sabu ini mau saja dimintai uang. Alhasil, transfer
terlarang pun dilaksanakan.
Á ÁKonon, saat beraksi memeras, kelima oknum itu mengaku dari
Resmob Dit Reskrim Polda Kalsel, sehingga para anggota Resmob yang
mendengar pengaduan warga yang terima keluarganya diperas, lalu
menggerebek kamar penyekapan.
Á ÁSempat terjadi ketegangan, beruntung pihak Bid Propam Polda
Kalsel cepat bertindak. Lima oknum itu dimutasi, Kompol YC ke Biro
Personil, sementara Briptu Agus bersama, Briptu TR, Briptu HR dan
Briptu X dimutasi ke Denma Polda Kalsel sambil menunggu proses
hukum pidana 368 KUHP.
Á ÁAda informasi lain, kasus ini sempat terkatung©katung, karena
diduga ada campur tangan dari petinggi polisi. Benar atau tidak,
hal itu cukup beralasan, mengingat pihak Kejati Kalsel beberapa
kali dikonfirmasi selalu mengatakan, berkas kasus atau SPDP kasus
pemerasan ini saampai sekarang tidak pernah ada atau sampai ke
kejaksaan.
Á ÁÃ ÃÄ ÄUniknya, oknum anggota Denma Polda Kalsel, Briptu Agus juga
terlibat sebagai pelaku penganiayaan terhadap ladies Karaoke HBI,
Mika (24), menyerahkan diri. Ia secara intensif menjalani
interogasi oleh Bid Propam Polda Kalsel, Selasa (8/6).
Á ÁMeski kasus pemerasan yang melibatkannya bersama empat
rekannya masih belum kelar dan ia masih berstatus tahanan kota, ia
diduga mengamuk dan memukuli seorang ladies Karaoke HBI, Mika di
room 312, Minggu (6/6) dini hari.
Á ÁAkibat amukan itu, wajah cantik Mika (23), menjadi lebamªlebam. Tak terima dengan tindak penganiayaan itu, Mika melaporkan
kasus tersebut ke Sat Reskrim Poltabes Banjarmasin malam itu juga.
Á ÁBriptu Agus yang pernah bertugas di Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel dan kini dimutasi ke Denma Polda Kalsel itu diduga emosi
karena cemburu, sang pacar yang berinisial Yana (24) yang juga
berprofesi sebagai ladies di sana, di©booking orang lain. Ã Ãadi

No comments: