Monday, July 12, 2010

Kasus Pemalsuan SHM Dipertanyakan Warga Sudan

BANJARMASINÄ Ä © Merasa capek menghadapi permasalahan lahan yang
selalu digugat PT BKB melalui Tinus dan Tahmijuddin, pihak warga
Desa Makmur Mulia dan Sungai Danau (Sudan) balik angkat bicara.
Á ÁSenin (12/7), warga yang tergabung dalam kelompok tani Sumber
Usaha Sudan ini mengatakan, justru pihak Tinus dan Tahmijuddin yang
sudah memulai permasalahan lahan dengan jalan diduga memalsukan
SHM.
Á Á"Tetapi, pengaduan kami yang sudah sekian lama, sepertinya
jalan di tempat. Kami sempat adukan masalah ini ke Komisi III DPR,
untunglah, penyidik di Sat I Dit Reskrim Polda Kalsel memulai
pemeriksaan kasus lagi," cetus warga yang tak mau namanya
dikorankan, kemarin.
Á ÁMenurutnya, kasus pemasuan SHM tersebut dahulu sudah
menetapkan Tinus dan Tahmijuddin sebagai tersangka. "Namun, entah
bagaimana, keduanya tidak ditahan, ketika pimpinan Dit Reskrim
masih dipegang Pak Machfud," cetusnya lagi.
Á ÁBelakangan, ketika dipertanyakan lagi kelanjutan kasus itu,
penyidik menginformasikan bahwa pihaknya tinggal memeriksa dua
orang saksi lagi, yakni Junaidi serta seorang lagi dari Kanwil BPN
Kalsel.
Á ÁMenurut warga ini, pihaknya memang melakukan perusakan lahan
sawit milik PT BKB karena PT BKB sudah menanam sawit tanpa
koordinasi dengan warga. "Selain itu, SHM yang dimiliki sekitar 20ªan orang tersebut tersebut jelas©jelas palsu, karena menyontek
segel tanah milik kami anggota kelompok tani Sumber Usaha,"
cetusnya.
Á ÁDikisahkan, pada tahun 2003, Tinus dan Tahmijuddin
mengumpulkan 62 segel milik mereka dengan alasan akan diurus
menjadi petani plasma sawit.
Á ÁKemudian, warga mengetahui bahwa pihak bank setempat tidak
memfasilitasi pemberian kredit, sehingga warga menarik kembali
segel©segel tersebut. Namun, lanjutnya, pada 2004 setelah mereka
menarik segel, justru terbit SHM di atas lahan mereka yang anehnya
justru dimiliki orang orang lain.
Á Á"Pemilik ada yang dari Kaltim, bernama Matius Purba. Bahkan,
orang ini memiliki 16 SHM. Para pemilik SHM kami yakin tidak pernah
membeli tanah dari kami, karena memang kami tidak pernah menjual
lahan," ungkapnya.
Á ÁKarena merasa masih sebagai pemilik lahan yang sah, warga
Sudan itu lantas bekerja sama dengan PT EDI menggarap lahan tambang
batubara. Di sisi lain, BKB tetap membangun kebun sawit.
Á ÁPimpinan PT EDI, Jadid dijadikan tersangka dalam kasus
pengrusakan kebun sawit milik BKB tersebut. Meski demikian, warga
juga membela Jadid dan balik melaporkan Tinus dan Tahmijuddin ke
polisi. Jika berka kasus Jadid sudah P©21 dan bahkan sudah
penyerahan tahap dua, maka kasus Tinus dan Tahmijuddin masih
berjalan. Ã Ãadi

No comments: