Thursday, July 15, 2010

Kasus 1 Kg SS Liong Hadirkan Saksi Ahli

BANJARMASINÄ Ä © Pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, Kamis (15/7), atas kasus kepemilikan sabu 1 kg,
terhadap terdakwa Naga Sariawan Cipta Rimba alias Liong©Liong (34),
jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi ahli.
Á ÁDua orang saksi, Poli Purnama (PNS Ditjen Bea Cukai Bandara
Soekarno Hatta) tergabung dalam Satgas BNN RI di bagian penyidik
dari Jakarta dan saksi Leo Nagawan dari Banjarmasin.
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim M Irfan SH MH,
berlangsung hampir dua jam lebih ini, banyak dihadiri pengunjung
sidang. Dalam sidang terdakwa yang didampingi penasihat hukum ini
terlihat tegang mengikuti sidang.
Á ÁSaksi pertama bernama Poli Purnama mengatakan, ia mencurigai
adanya barang kiriman kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya
Motor Sawah Besar 44 dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT
Adam Jaya Sakti.
Á ÁMajelis hakim sebelumya mempertanyakan, tentang tugas pokok
saksi Poli yang bertugas mengawasi keluar masuknya barang di
wilayah Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
Á ÁSaksi menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan tersebut barang
dilapisi plastik dan barang dimasukkan dalam safety box warna
gelap. Sebelumnya dalam alat deteksi barang, menunjukkan warna
oranye yang merupakan tanda barang berbahan organik. Semua narkoba
akan menunjukkan warna oranye, sedangkan warna biru merupakan
penunjuk bahan logam.
Á Á"Sedangkan kewenangan membuka barang yang dicurigai ada pada
polisi, sesuai peraturan yang ada. Setelah itu kita langsung
berkoordinasi pihak terkait BNN," kata saksi Poli pada majelis
hakim.
Á ÁSedangkan saksi kedua Leo Nagawan yang biasa dipanggil Aliong
dalam kesaksiannya mengatakan, terdakwa merupakan adik kelas kala
SMP, yang pekerjaan sehari©harinya sebagai wiraswasta CV Surya
Abadi Putra yang bergerak di bidang barang bangunan berlokasi di Jl
Veteran Simpang SMP 7.
Á ÁSebelumnya penasihat hukum terdakwa, mempertanyakan, mengenai
tujuan pengiriman adalah Toko Putra Jaya Motor dinilainya kabur
sedangkan nama toko terdakwa Toko Putra Mas Jaya Motor. Begitu juga
alamat dan barang bukti tersebut tidak bertujuan ke alamat
terdakwa.
Á ÁJaksa penuntut umum (JPU) yang hadir di persidangan, Pranoto
SH dan Ai Suniati SH menjerat terdakwa Liong dengan pasal 114 ayat
(2) untuk dakwaan primer dan pasal 112 ayat (2) untuk dakwaan
subsider. Selanjutnya sidang dilanjutkan minggu depan atau Kamis
(22/7) dalam agenda menghadirkan saksi.
Á ÁKronologis kejadiannya, ketika pada Selasa 22 Desember 2009
sekitar pukul 16.00 Wita bertempat di Toko Putra Jaya Motor Jl
Ayani Km 7 RT 4 Kelurahan Kertak Hanyar. Terdakwa menerima paketan
narkotika golongan I beratnya 5 gram, yang dilakukan terdakwa pada
tanggal 21 Desember 2009 sekitar pukul 14.15 Wita. Dicurigai adanya
barang kiriman kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya Motor
Sawah Besar 44 dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT Adam
Jaya Sakti.
Á ÁSetelah dilakukan pengetesan hasilnya positif mengandung
metamfetamina. Selanjutnya saksi Poli berkoordinasi dengan BNNÔ h) 0*0*0*° ° Ô Pusat dan Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁPada hari Selasa 22 Desember 2009 pukul 16.00 Wita bertempat
di Toko Putra Jaya Motor Jl Ayani Km 7 petugas kepolisian menyamar
menjadi petugas PT Adam Jaya mengantarkan kiriman barang berupa
paket berbentuk kardus ditujukan ketoko Putra Jaya dan diterima
oleh terdakwa dan disimpan di meja kerja terdakwa. Á x x A Á
Á ÁSelanjutnya petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel meminta
terdakwa untuk membuka barang kiriman baru diterimanya. Ternya
berisi sebuah kotak besi hitam merk krisbow yand berisi bungkusan
plastic hitam berisi 10 paket SS berat 99,0 gram, 108,9 gram, 110,1
gram, 105,8 gram, 106,1 gram, 108,8 gram, 108,9 gram dengan berat
kotor 1,068,6 gram. Ã Ãida/adi

No comments: