Friday, July 23, 2010

Kapolres Balangan Dikenai Sanksi

BANJARMASINÄ Ä © Kapolres Balangan AKBP Raden Rudy M (44) yang diduga
beristri lebih dari satu dalam sidang Komisi Kode Etik (KKE),
diputus terbukti bersalah, sehingga harus menyampaikan permohonan
maaf ke Ema (42), wanita yang diduga dinikahi secara siri oleh
Rudy.
Á ÁMenurut sumber di Bid Propam Polda Kalsel, Jumat (23/7),
sidang KKE dipimpin oleh Irwasda Polda Kalsel.
Á ÁBahkan, dari isu yang berkembang, Rudy juga bakal dikenai
sanksi digeser dari jabatannya selaku Kapolres Balangan, dan
kemungkinan 'masuk kotak' di Mabes Polri.
Á ÁVonis ini menandakan bahwa Rudy telah melanggar Peraturan
Kapolri (Perkap) No 7 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Peraturan
Kapolri dan No 8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Komisi Kode Etik Polri legal, yang intinya setiap anggota Polri
wajib menjaga citra dan kehormatannya.
Á ÁSesuai perkap itu pula, terncantum sanksi©sanksi yakni
dinyatakan melakukan perbuatan tercela, melakukan permintaan maaf,
mengulang profesi, dan yang paling vital adalah dinyatakan tidak
layak sebagai anggota Polri alias Pemberhentian Tidak Dengan Hormat
(PTDH).
Á ÁBuntut tak mau mengakui Aulia (5) sebagai anak kandungnya
hasil pernikahan bawah tangan dengan Ema, Kapolres Balangan AKBP
Rudy diperiksa Bid Propam Polda Kalsel. Bahkan, sebuah tim turun
menyelidiki kasus yang diawali pengaduan Ema ini.
Á ÁEma, wanita berdarah Pakistan ini kepada wartawan yang
menghubunginya via telepon mengatakan sangat kecewa terhadap RR,
karena tidak mengakui Aulia sebagai anak mereka.
Á Á"Padahal saya cuma butuh pengakuan dia bahwa Aulia itu
anaknya, untuk kemudian dibantu agar anak ini bisa memperoleh akta
kelahiran. Kasihan dia kesulitan masuk sekolah karena tidak punya
akta kelahiran," cetusnya getir.
Á ÁMenurut Ema, ia memang mengetahui RR sudah beristri, namun
karena takdir, ia mau menikah siri dengan RR. Pernikahan itu
dilaksanakan tahun 2004 di Jakarta disaksikan sejumlah saksi.
Á ÁKemudian, tahun 2005, lanjut Ema, ia melahirkan bayi perempuan
di rumah sakit di Bogor. Bayi itu diberi nama Aulia. "Dia memang
sempat memperhatikan kehidupan kami sampai Aulia berusia empat
bulan. Setelah itu, sampai Aulia berusia lima tahun, ia tak pernah
lagi memperhatikan kami," bebernya.
Á ÁMenurut Ema, sekitar Rabu (16/6) di salah satu ruangan
petinggi Polda Kalsel, ia bersama Aulia sempat bertemu dengan RR.
"Saya perlihatkan Aulia kepadanya, namun dia diam saja. Padahal,
selama ini saya sudah coba berkomunikasi secara baik©baik untuk
memperjuangkan nasib Aulia, namun tak pernah ditanggapi dengan
baik. Makanya terpaksa hal ini saya laporkan ke Propam Polda
Kalsel," katanya.
Á ÁSebagaimana diketahui, Kapolres Balangan AKBP RR dikadukan
seorang wanita, berisinial Ema, warga Bogor, Jabar ke Bid Propam
Polda Kalsel, Rabu (16/6). Ema mengadu sembari membawa serta anak
semata wayangnya, Aulia yang masih berumur lima tahun.
Á ÁKapolres Balangan AKBP RR yang diduga tersangkut kasus ini
beberapa kali dikontak ke nomornya 08122868XXX, namun selalu
terdengar nada kalau nomor ini tidak bisa dihubungi. Ã Ãadi

No comments: