Sunday, July 4, 2010

Jika Ada Kerugian Negara Akan Berlanjut

BANJARMASINÄ Ä © Polres HST masih menghargai pengaduan warga terkait
dugaan rekayasa pembagian sejumlah proyek yang diduga dilakukan
oknum pengurus Kadin HST.
Á ÁMinggu (4/7), Kapolres HST, AKBP Joko Purwanto menerangkan,
pengaduan masyarakat terkait masalah tersebut masih diselidiki
pihaknya.
Á Á"Laporan itu kan masih berkaitan dengan rekayasa di lelang
pengadaan. Maka masih belum terlihat kerugian negara akibat proyek
yang sebelumnya diduga direkayasa itu. Namun, kita masih selidiki
terus, jika memang ada proyek yang menyimpang dan merugikan negara,
maka akan kita tindaklanjuti," bebernya.
Á ÁSebagaimana diketahui, suatu kasus akan terpenuhi unsur
korupsi jika pertama, menyimpang tak sesuai ketentuan, serta
ditemukan adanya kerugian negara.
Á ÁSebagaimana diberitakan, Polres HST masih melakukan
penyelidikan terkait laporan salah satu LSM bulan Mei 2010. Laporan
itu menyebutkan adanya dugaan penyimpangan oleh oknum di Kadin HST.
Á ÁPenyimpangan itu, diduga menyalahi Keppres 80/2003 tentang
Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa. Sejumlah pengurus Kadin HST
memang sudah dimintai keterangannya, termasuk Ketua Kadin HST, Ali
Rahman.
Á ÁLSM itu melaporkan pula jajaran pejabat di satuan perangkat
kerja daerah (SKPD) HST yang diduga berkolaborasi dengan oknum di
Kadin HST guna mengatur lelang sejumlah proyek, sehingga
menguntungkan pihak©pihak tertentu.
Á ÁMenurut sumber itu pula, Kadin setempat berani mematok 4
persen dari nilai proyek kepada pemenang tender. Dana senilai 4
persen itu alasannya akan dibagi©bagi kepada peserta tender,
sehingga bisa menerima hasil lelang dengan lapang dada.
Á ÁMasdulhak menjelaskan, setiap tahun anggaran proyek yang
dibiayai APBD HST diserahkan ke Kadin HST oleh SKPD. Alhasil,
lanjutnya, oknum di Kadin HST bisa mengatur atau memainkan siapa
saja yang bisa memenangkan tender proyek namun tidak akan membuat
ribu peserta lain yang kalah.
Á ÁIa berharap kepada penegak hukum agar menyelidiki masalah dan
kasus tersebut sampai tuntas. Ã Ãadi

No comments: