Friday, July 16, 2010

Jaringan Sabu Ratusan Juta Rupiah Dibekuk

BANJARMASINÄ Ä © Dua orang pengedar sabu seberat 50 gram yang bernilai
Rp95 juta, yakni Erla alias Encong (36) dan Ahya (35) berhasil
ditangkap oleh petugas Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel, Kamis (15/7)
sekitar pukul 17.30 Wita.
Á ÁDari tangan Ahya, polisi mendapati bungkusan hitam berisi
paketan besar seberat 50 gram yang sebenarnya hendak dijual dalam
transaksi di Jl A Yani Km 2, depan Gg Muhajirin samping Bank
Danamon.
Á ÁBaik Encong, warga Kompleks Pinus Baru Jl Kutai No 5 RW 02/01
Banjarbaru dan Ahya, warga Jl Sulawesi Gg Palopo RT 14 RW 04 No 3A
Pasar Lama, Banjarmasin mengakui jika barang haram adalah milik Oji
yang kini masih buron.
Á ÁJumat (16/7) Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana didampingi
Kanit I Kompol M Rifai membenarkan jika pihaknya berhasil membekuk
dua pengedar sabu 50 gram atau berat bersih 49,32 gram dalam suatu
aksi penyamaran anggotanya.
Á Á"Kita mendapat informasi bahwa Oji merupakan bandar sabu,
kemudian dari anak buahnya yang sudah tertangkap duluan, kita coba
pancing, dan ternyata berhasil. Hanya saja, Oji tidak melakukan
transaksi langsung, karena ternyata juga menyuruh orang suruhannya.
Oji kini menjadi buronan," jelasnya.
Á ÁInformasi terhimpun, Kamis (15/7) sekitar pukul 13.00 Wita,
dalam sebuah penyamaran, polisi berhasil membekuk Hsn (31) dan Imis
(34) di rumah Hsn, Jl Pekapuran Raya Gg Ratu Riang RT 1
Banjarmasin.
Á ÁDari tangan keduanya, polisi menyita tujuh paket sabu seberat
2,56 gram. Informasi diperoleh jika sabu bersumber dari Oji.
Á ÁLantas, Oji coba dikontak dan dipancing dan ternyata pancingan
berhasil. Oji mengaku mampu menyediakan sabu seberat 50 gram,
asalkan ada dananya.
Á ÁPetugas polisi yang menyamar mengatakan bahwa uang senilai
Rp95 juta ada, namun harus dilihat terlebih dahulu barangnya.
Á ÁTernyata Oji cukup cerdik karena hanya melanjutkan kontak
telepon melalui anak buahnya, Encong. Encong lalu menentukan agar
transaksi dilaksanakan di Jl A Yani Km 2 depan Bank Danamon.
Á ÁPetugas lalu melakukan pengintaian. benar saja, tak berapa
lama di lokasi bakal transaksi melintas Encong. Encong kemudian
masuk ke dalam mobil calon pembeli yang ternyata adalah polisi.Á (#(#K Á
Á ÁBegitu diperlihatkan uangnya, Encong lalu mengontak rekannya
Ahya, yang memegang sabu agar segera merapat ke lokasi.
Á ÁSelesai mengontak, polisi lalu menangkap Encong yang terkagetªkaget karena baru sadar ia telah berhadapan dengan polisi yang
sengaja menyamar jadi pembeli sabu.
Á ÁTak butuh waktu lama, polisi pun segera menangkap Ahya yang
datang ke lokasi. Begitu digeledah, benar saja ada barang haramÔ h) 0*0*0*° ° Ô sabu seberat 50 gram.
Á Á"Saya hanya disuruh Oji mengantarkan barang ini kepada
pembeli. Namun, saya butuh teman (Ahya) untuk menemai transaksi
ini," aku Encong.
Á ÁAhya pun mengaku hanya diminta Encong menemani dengan imingªiming diberi upah Rp500 ribu jika transaksi berhasil. "Saya butuh
uang meski tahu yang dibawa Encong adalah sabu," sesalnya.
Á ÁPara tersangka dijerat dengan pasal 114 UU No 35 Tahun 2009
tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara. Ã Ãadi

No comments: