Wednesday, July 28, 2010

Dansil III Divonis 1 Tahun

BANJARMASINÄ Ä © Vonis sama yang dikenakan pada dua rekannya mantan
anggota DPRD Kota Banjarmasin Alex Muradi dan Aidillah Has, berlaku
untuk Murjani Djohar dan Nasruddin dalam sidang di Pengadilan
Negeri (PN) Banjarmasin, Rabu (28/7).
Á ÁMereka divonis masing©masing satu tahun dan denda Rp50 juta
subsider tiga bulan.
Á ÁSidang lanjutan yang dipimpin ketua majelis hakim Agung Wibowo
SH dengan hakim anggota Wurianto SH dan Suswati SH berlangsung
mulai pukul 14.30 Wita, dalam pembacaan amar vonis. Dalam amar
putusan majelis hakim ini, kedua terdakwa dinyatakan terbukti
bersalah melanggar dakwaan subsider pasal 3 UU No 31 Tahun 1999
sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan
Korupsi jo pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP.
Á ÁVonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU)
Ahmad Rifain SH yang menuntut satu tahun enam bulan penjara dengan
denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.
Á ÁKasus yang membelit mantan wakil rakyat DPRD Kota Banjarmasin
ini terkait dana simpanan hari tua (Siharta) atau dikenal dengan
dana siluman (Dansil) III berkas III.
Á ÁSelain itu kedua terdakwa juga diwajibkan untuk membayar ganti
rugi, masing©masing untuk Murjani Djohar sebesar Rp170.000.000
subsider enam bulan kurungan, dan Nasruddin Rp70.000.000 subsider
tiga bulan kurungan.
Á ÁDengan ketentuan kalau kedua terpidana tidak membayar uang
pengganti tersebut selama satu bulan sesudah putusan pengadilan
yang memperoleh kekuaran hukum tetap, maka harta bendanya dapat
disita oleh jaksa dan dilelang untuk mengganti uang pengganti.
Á ÁKedua terdakwa Dansil III yang didampingi penasihat hukum usai
sidang putusan majelis hakim pengadilan ini akan berencana banding.
Á ÁNasruddin, mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin yang
tersandung kasus Dansil III protes keras. Ia beralasan, dirinya
hanya merupakan anggota pergantian antar waktu (PAW) saja, dan uang
yang diterimanyapun tidak sama dengan 44 anggota lainnya.
Á Á"Saya merupakan anggota dewan periode 1999©2004, padahal saya
baru menjabat di dewan pada tahun 2002©2004. Saya sudah protes hal
tersebut tapi tidak didengarkan jaksa," katanya.
Á ÁMurjani mengatakan, mereka sudah meminta agar bisa kembali
menghadirkan barang bukti tetapi termintaan ini ditolak oleh
majelis. "Ini merupakan pengadilan sesat," katanya usai sidang.
Nasruddin bersama Murjani Djohar rencananya akan melakukan banding
atas putusan majelis hakim. Ã Ãida/adi

No comments: