Tuesday, July 27, 2010

Briptu Agus Cuma Diberi Teguran Tertulis

BANJARMASINÄ Ä © Oknum anggota Denma Polda Kalsel, Briptu Agus yang
diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap ladies Karaoke HBI,
Mika (24), beberapa waktu, diketahui cuma diberi sanksi teguran
tertulis oleh atasan yang berhak menghukum (Ankum) Kadenma Kompol
Suyono.
Á ÁSelasa (27/7), Kadenma Polda Kalsel Kompol Sigit Komoro
membenarkan bahwa Briptu Agus yang adalah anggota Denma sudah
disidang dan diberi sanksi teguran tertulis agar tidak lagi
mengulangi perbuatannya.
Á ÁDisinggung bagaimana status perkara pidananya, karena sudah
menganiaya Mika, Kompol Sigit mengaku tidak begitu mengetahuinya,
mengingat kasus ini sebelumnya ditangani Sat Reskrim Mapoltabes
Banjarmasin.
Á ÁHanya saja, dari kabar yang beredar, kasus pidana sudah
dihentikan penyidikannya karena ada perdamaian antara Briptu Agus
dengan Mika, meski disinyalir Mika terpaksa mau berdamai dengan
disertai sejumlah 'tekanan©tekanan'.
Á ÁBriptu Agus kembali bikin ulah. Meski kasus pemerasan yang
melibatkannya bersama empat rekannya masih belum kelar dan ia masih
berstatus tahanan kota, ia diduga mengamuk dan memukuli seorang
ladies Karaoke HBI, Mika di room 312, Minggu (6/6) dini hari.
Á ÁAkibat amukan itu, wajah cantik Mika (23), menjadi lebamªlebam. Tak terima dengan tindak penganiayaan itu, Mika melaporkan
kasus tersebut ke Sat Reskrim Poltabes Banjarmasin malam itu juga.
Á ÁBriptu Agus yang pernah bertugas di Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel dan kini dimutasi ke Denma Polda Kalsel itu diduga emosi
karena cemburu, sang pacar yang berinisial Yana (24) yang juga
berprofesi sebagai ladies di sana, di©booking orang lain.
Á ÁKasat Reskrim Poltabes Banjarmasin, Kompol Suhasto mengakui
telah menerima laporan dari korban penganiayaan. Mika bahkan sempat
dirawat di RS Bhayangkara untuk mengobati luka©lukanya.
Á ÁBriptu Agus sebenarnya masih berstatus tahanan kota akibat
terlibat melakukan pemerasan terhadap enam warga ketika ia bertugas
di Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel, beberapa bulan lalu.
à ÃBelum masukÄ ÄÁ ¸ ¸ Á
Á ÁSementara itu, berkas perkara pelanggaran kode etik karena
diduga melakukan pemerasan terhadap warga, Kompol YC, Brigadir AL,
Briptu TR, Briptu HR yang dikabarkan siap disidangkan oleh Komisi
Kode Etik (KKE), ternyata sampai saat ini (kecuali Kompol YC) belum
masuk ke Denma Polda Kalsel.
Á ÁDikatakan Kadenma Kompol Sigit Komoro, sampai saat ini ia
tidak ada menerima berkas pelimpahan perkara terkait kasus dugaan
pemerasan yangÁ ¸ ¸ Ádiduga dilakukan AL, TR dan HR.
Á ÁMenurutnya, jika akan disidangkan oleh ankum, berarti berkas
ketiganya semestinya sudah ada untuk kemudian disidangkan.
Á ÁSebagaimana diketahui, Kompol YC bersama anak buahnya dari Sat
I Dit Narkoba Polda Kalsel diduga memeras enam warga, Maret 2010
lalu.
Á ÁBahkan, enam orang warga itu sempat disekap di salah satu
kamar hotel HBI sambil mengancam akan memenjarakan para warga jika
tidak menyerahkan uang pelicin. Kabarnya, tiap orang warga dikenai
ongkos bebas Rp30 juta.
Á ÁTakut dipenjara, enam warga yang sebenarnya tidak terbuktiÔ h) 0*0*0*° ° Ô berpesta sabu ini mau saja dimintai uang. Alhasil, transfer
terlarang pun dilaksanakan.
Á ÁKonon, saat beraksi memeras, keempat oknum itu mengaku dari
Resmob Dit Reskrim Polda Kalsel, sehingga para anggota Resmob yang
mendengar pengaduan warga yang terima keluarganya diperas, lalu
menggerebek kamar penyekapan.
Á ÁSempat terjadi ketegangan, beruntung pihak Bid Propam Polda
Kalsel cepat bertindak. Lima oknum itu dimutasi, Kompol YC ke Biro
Personil, sementara Briptu Agus bersama, Briptu TR, Briptu HR
dimutasi ke Denma Polda Kalsel sambil menunggu proses hukum pidana
368 KUHP. Belakanga, kabar beredar, proses pidana juga dihentikan,
menyusul adanya perdamaian antara oknum polisi ini dengan para
korban pemerasan. Ã Ãadi

No comments: