Monday, July 26, 2010

Banjir Berhenti Namun Meninggalkan Korban

BATULICINÄ Ä © Jalur Trans Kalimantan di wilayah Sungai Danau, Satui,
Tanah Bumbu, yang sempat terendam banjir hingga sekitar satu meter
lebih, kini mulai surut dan transporatasi kembali normal.
Á Á"Arus mobil dan kendaraan sejak pukul 08.00 Wita kembali
normal," kata Kabag Humas Setda Tanah Bumbu, Ardiansyah SSos,
Minggu (25/7).
Á ÁIa menjelaskan, sejak Jumat (23/7) ruas jalan antara rumah
makan Ulpah dengan jembatan Sungai Danau yang panjangnya sekitar
dua kilometer meter terendam banjir hingga sekitar satu meter.
Á ÁAkibatnya, transportasi dari Tanah Bumbu, Kotabaru, dan
beberapa daerah di Kalimantan Timur yang hendak ke Banjarmasin atau
sebaliknya terganggu.
Á ÁRatusan kendaraan roda empat dan roda dua terjebak banjir yang
disebabkan hujan deras beberapa hari terakhir di daerah Tanah Bumbu
dan sekitarnya.
Á ÁKondisi tersebut diperparah dengan pasang air laut yang masuk
ke Sungai Danai cukup tinggi, sehingga luapannya menyebabkan banjir
semakin dalam.
Á ÁSebelumnya, Ardiansyah menjelaskan, banjir tersebut juga telah
merendam delapan desa di Kecamatan Satui, yakni Desa Sungai Danau,
Singai Bulan, Bukit Baru, Sekapuk, Satui Timur, Satui Barat dan
Jombang dengan jumlah korban sementara sekitar 3.198 kepala
keluarga.
Á ÁSebagian korban telah menempati gedung serbaguna dan masjidªmasjid, setelah dievakuasi Dinas Sosial dibantu lembaga organisasi
kemasyarakatan dan warga yang lain.
Á ÁUntuk membantu korban yang rumahnya tenggelam, Pemkab Tanah
Bumbu mendirikan posko dan dapur umum.
Á Á"Petugas posko dan dapur umum tersebut berasal dari Kodim,
Polres dan Pemda, organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya
masyarakat," kata Ardiansyah.
Á ÁSemua keperluan logistik korban banjir disiapkan Pemkab Tanah
Bumbu.
Á ÁDinas Sosial dibantu petugas yang lain mulai mendistribusikan
terpal, tenda dan barang sembilan bahan pokok kepada para korban.
Á ÁPada Sabtu (24/7) sebelumnya, dua korban banjir di Kecamatan
Satui telah berhasil dievakuasi oleh petugas setelah satu malam
sempat hilang terbawa arus.
Á Á"Korban bernama Jupri (75) dan Galuh (35) warga Desa Sungai
Danau, Kecamatan Satui tersebut kini sudah ditemukan oleh sejumlah
petugas dan mulai disemayamkan oleh keluarganya," kata kepala
Bagian Humas, Kabupaten Tanah Bumbu Ardiansyah, saat menyalurkan
bantuan kapada para korban banjir di daerah tersebut.
Á ÁIa menjelaskan, banjir yang berlangsung Sabtu dinihari diduga
datang tiba©tiba menggenangi pemukiman warga. Sehingga korban yang
pada saat banjir datang terlelap tidur tidak sempat menyelamatkan
diri akibat terjebak genangan air.
Á ÁDi lokasi yang cukup parah khususnya di pinggiran sungai
ketinggian air mencapai satu hingga dua meter. Sementara di
pemukiman yang padat penduduk kondisi air mulai surut dengan
ketinggian sekitar 30 cm.
Á ÁBanjir serupa sejak Jumat (23/7) sore sekitar pukul 15:00 Wita
juga melanda kawasan Kecamatan Kintap dan Jorong , Kabupaten TanahÔ h) 0*0*0*° ° Ô Laut (Tala), membuat ratusan rumah terendam total hingga atap.
Á ÁMenurut Kepala Bidang Linmas dan Penanggulangan Bencana Alam
Pemkab Tala Tony Permana, Sabtu (24/7, tidak kurang dari seribu
warga daerah tersebut terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih
tinggi atau ke rumah keluarga yang tidak terendam.
Á ÁSedangkan sebagian lainnya, kata dia, yang rumahnya tidak
terendam sampai atap memilih bertahan di atas rumah, karena
menganggap banjir yang terjadi merupakan banjir tahunan sehingga
sudah terbiasa.
Á ÁBeberapa desa yang terendam yaitu di Kecamatan Kintap antara
lain Desa Kintap Pura RT 4 sebanyak 150 kepala keluarga atau 600
orang rumahnya terendam penuh dan RT 3 sebanyak 150 kepala keluarga
atau 600 jiwa dengan ketinggian air hingga setengah dari tiang
rumah.
Á ÁBanjir besar juga terjadi di di Desa Kintap Lama RT 4 sebanyak
26 rumah yang dihuni 350 jiwa, RT 5 sebanyak 70 rumah yang dihuni
490 orang dan Desa Pasir Putih RT 1 dan 2 sebanyak 32 rumah yang
dihuni 112 orang. Diduga, banjir disebabkan kawasan hulu banyak
rusak akibat penambangan. Ã Ãant/adi

1 comment:

oppie said...

waah,,tapi asik pak,,sering wisata kuliner nih,,heee