Tuesday, July 27, 2010

Aulia Memang Harus Tes DNA

BANJARMASINÄ Ä © Meski sudah dianggap bersalah dan harus meminta maaf
kepada Ema, namun Kapolres Balangan AKBP Raden Rudy (44) tetap
bersikukuh tidak pernah menikah dengan Ema (42) dan tidak mengakui
bahwa Aulia (5) adalah anak kandungnya.
Á ÁSenin (26/7), Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Zuhdi Arrasuli
menerangkan, dalam sidang Komisi Kode Etik (KKE), terperiksa, dalam
hal ini AKBP Rudy cuma mengakui kalau ia pernah berhubungan intim
dengan Ema, warga Jakarta, namun tanpa ada ikatan nikah.
Á ÁUntuk itu, KKE memutuskan agar AKBP Rudy meminta maaf kepada
Ema secara terbuka di sejumlah mass media.
Á ÁHanya saja, untuk membuktikan laporan Ema bahwa mereka pernah
menikah, meski kawin siri dan telah membuahkan anak, maka mesti
dilakukan lagi tes DNA terhadap Aulia.
Á Á"Jika melihat wajah Aulia memang sepintas ada kemiripan dengan
terperiksa, namun kita tidak bisa berandai©andai. Penyidik harus
memiliki data yang otentik, sehingga memang diperlukan tes DNA
terhadap anak itu," ungkap Zuhdi kepada wartawan.
Á ÁEma (42) pernah mengisahkan, ia menikah dengan RR (44) pada
tanggal 6 September 2004 di Cilitan Jakarta, ketika RR masih
Wakapolres Garut dengan pangkat kompol. Wanita berdarah Arabà ÃÄ Ä
bermarga Bin Nahdi ini kemudian melahirkan pada 17 Agustus 2005 di
rumah sakit di Bogor dengan cara operasi caesar.
Á ÁEma yang berumah di Bogor itu ketika persalinan mengaku
ditunggui ibu kandung RR yang kerap disapa Ema, Ibu Poppy. Bahkan,
ketika RR datang membezuk, RR diantar sendiri oleh pamannya bernama
Adang.
Á ÁMenurut Ema, sopir dinas RR yang bernama Asep, sangat
mengetahui status hubungannya dengan RR, karena memang RR kerap
minta diantarkan Asep jika bertamu ke rumah Ema.
Á ÁRicky dan Yadi, sopir dinas RR yang bertugas di Cianjur,
menurut Ema juga tahu status hubungan dirinya dengan RR, begitu RR
pindah dari Garut ke Cianjur sekitar tahun 2004 itu.
Á ÁBahkan, lanjutnya, sahabat dekatnya, Uli juga memastikan kalau
memang Aulia adalah anak kandung Ema buah pernikahaannya dengan RR.
Á ÁSebelumnya, Kapolres Balangan AKBP Raden Rudy M (44) yang
diduga beristri lebih dari satu dalam sidang KKE, diputus terbukti
bersalah, sehingga harus menyampaikan permohonan maaf ke Ema (42),
wanita yang diduga dinikahi secara siri oleh Rudy.
Á ÁMenurut sumber di Bid Propam Polda Kalsel, Jumat (23/7),
sidang KKE dipimpin oleh Irwasda Polda Kalsel.
Á ÁBahkan, dari isu yang berkembang, Rudy juga bakal dikenai
sanksi digeser dari jabatannya selaku Kapolres Balangan, dan
kemungkinan 'masuk kotak' di Mabes Polri.
Á ÁVonis ini menandakan bahwa Rudy telah melanggar Peraturan
Kapolri (Perkap) No 7 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Peraturan
Kapolri dan No 8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Komisi Kode Etik Polri legal, yang intinya setiap anggota Polri
wajib menjaga citra dan kehormatannya.
Á ÁSesuai perkap itu pula, terncantum sanksi©sanksi yakni
dinyatakan melakukan perbuatan tercela, melakukan permintaan maaf,
mengulang profesi, dan yang paling vital adalah dinyatakan tidak
layak sebagai anggota Polri alias Pemberhentian Tidak Dengan Hormat
(PTDH). Ã Ãadi

No comments: