Wednesday, July 28, 2010

Anggota DPRD Banjar Diperiksa Terkait Bangunan Puskesmas

MARTAPURAÄ Ä © Setelah mendapatkan izin dari Gubernur Kalsel,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura memeriksa anggota DPRD Banjar,
Zainal Hakim sebagai saksi dalam kasus terbelahnya sebagian
bangunan Puskesmas Beruntung Baru yang terletak di Kecamatan
Beruntung Baru Kabupaten Banjar.
Á Á"Hari ini yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi setelah
kami mengantongi izin Gubernur No. 181.1/01006/KUM tertanggal 7
Juni 2010," ujar Kajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH, Rabu
(28/7).
Á ÁZulhadi menjelaskan, pemeriksaan sebagai saksi dilakukan
setelah pihaknya menetapkan Rosi yang pada saat itu sebagai PPTK
(Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dari Dinkes Banjar dan Ery
sebagai konsultan pengawas pengerjaan proyek pembangunan puskesmas
tersebut sebagai tersangka.
Á Á"Sudah ada sepuluh saksi yang diperiksa terkait kasus ini dan
kerugian negara dalam kasus ini kurang lebih Rp200 juta, nilai
proyek sendiri mencapai Rp600 juta," katanya.
Á ÁZulhadi menegaskan, meskipun tersangka baru dua orang, tidak
menutup kemungkinan akan bertambah, terutama pihak terkait dalam
kontrak pekerjaan.
Á Á"Kalau ada tanda tangan berarti siap bertanggung jawab,"
katanya.
Á ÁKasus ini sebutnya, dititikberatkan pada masalah kegagalan
bangunan, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp200 juta.
Sebagian bangunan tersebut tidak bisa terpakai karena fisik
bangunan belah dan akhirnya roboh.
Á Á"Kami juga menunggu hasil audit BPKP dan berkoordinasi terus
dengan lembaga tersebut," imbuhnya.
Á ÁSekadar diketahui, Zainal Hakim sendiri sebagai kontraktor
pelaksana saat proyek tersebut (saat itu dia belum menjabat sebagai
anggota DPRD Banjar). Bangunan puskesmas di Kecamatan Beruntung
Baru yang bangunannya terbelah tersebut tidak dikarenakan bencana
alam seperti gempa ataupun angin puting beliung, melainkan karena
pondasi bangunan di bagian ujung tidak kuat. Ã Ãdio/adi

No comments: