Thursday, July 1, 2010

Anggota DPD Pertanyakan Kasus PKM

BANJARMASIN © Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Kalsel, Ir
Adhariani SH MH berkunjung ke Kejati Kalsel dan mempertanyakan
penanganan sejumlah kasus yang sedang menjadi perhatian masyarakat,
di antaranya kasus korupsi pembebasan lahan eks Pabrik Kertas
Martapura (PKM), Kamis (1/7).
Á ÁUsai bertemu dengan Kajati Kalsel Abdul Taufiq SH MH,
Adhariani kepada wartawan menerangkan, kedatangannya ke Kejati
Kalsel sebagai bagian dari wewenangnya melakukan pengawasan
terhadap kinerja aparatur pemerintahan.
Á Á"Memang tadi saya berjumpa dengan beliau dan menyampaikan apa
yang menjadi pertanyakan masyarakat sekarang ini. Sejumlah hal
seperti sejauh mana kinerja Kejati Kalsel dalam menangani kasus
korupsi, kemudian perkembangan penanganan kasus Dansil, isu mafia
pertambangan dan juga PKM," bebernya.
Á ÁUntuk kasus PKM, lanjutnya, ia memang mendengar laporan dari
sejumlah LSM agar penanganan kasus ini juga menyentuh ketua panitia
pembebasan lahan yang saat itu dijabat Rudy Ariffin. Ia juga
mempertanyakan soal mengapa eksekusi terhadap tiga terpidana kasus
ini belum juga dilaksanakan.
Á ÁMengenai mafia tambang, Adhariani mengaku sudah berbincang
dengan Sekretaris Satgas Anti Mafia Hukum dan dirinya yakin, kalau
satgas akan serius mengungkapnya, tentunya setelah bukti©bukti
diperoleh.
Á ÁSelain itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini juga menyorot
dugaan penyimpangan hampir PDAM di Kalsel. "Saya mendapat informasi
dari BPK soal ini, makanya kita minta agar kejaksaan bisa
mengungkapnya," harapnya.
Á ÁSementara itu, Abdul Taufiq menerangkan, tertundanya eksekusi
terhadap tiga terpidana PKM, yakni Hairul Saleh, Iskandar
Djamaludin dan Gunawan Santosa karena salinan putusan belum turun,
meskipun sudah empat kali upaya pihaknya menyurati Mahkamah Agung
(MA).
Á Á"Mengenai apakah akan ada tersangka lain, kita juga masih
menunggu salinan putusan itu, untuk kemudian dianalisa. Jika dalam
salinan itu terindikasi ada pihak lain yang terlibat, tentunya akan
kita tindaklanjuti," cetusnya.
Á ÁSoal mafia tambang, Taufiq mengatakan bahwa pihaknya tetap
bekerja profesional dalam menangani berkas limpahan kasus tambang
dari penyidik Polda Kalsel.
Á Á"Sementara soal Dansil, penyidik Kejari Banjarmasin dalam
waktu dekat akan melimpahkan berkas tersangka dari eksekutif
berinisial NI (mantan Kabag Keuangan Pemko Banjarmasin) ke
pengadilan," bebernya.
Á ÁDisinggung penyimpangan di PDAM se©Kalsel, ia mengatakan akan
melakukan koordinasi dengan BPK Kalselteng guna mengetahui apakah
penyimpangan tersebut mengandung unsur pidana korupsi ataukah hanya
kesalahan administrasi. "Jika memang mengandung unsur korupsi, makaÔ h) 0*0*0*° ° Ô akan kita tindaklanjuti," janjinya.
Á ÁSejauh ini, tambahnya, Kejati Kalsel beserta jajarannya di
daerah©daerah telah menangani penyidikan kasus korupsi sebanyak 45
kasus. "Di akhir tahun kita harapkan dapat tertangani 72 kasus,
baik di penyidikan hingga penuntutan," cetusnya. Ã Ãadi

No comments: