Friday, July 2, 2010

4 Oknum Polisi Sudah Jalankan Prosedur

BANJARMASIN Ä Ä© Keempat oknum polisi anggota Polsek Alabio Resort HSU
masing©masing bernama, Aiptu M Tampubulon, Bripka K Lumban Toruan,
Briptu Nur Ananda, dan Briptu Muhammad K, kepada Provos Bid Propam
Polda Kalsel, mengklaim sudah menjalankan prosedur penahanan.
Á ÁJumat (2/7), Kabid Propam AKBP Zuhdi Arrasuli mengatakan,
untuk pemeriksaan terhadap empat anggota Polsek Alabio sudah
selesai, dan diperoleh keterangan jika penangkapan terhadap Idrus
sudah sesuai prosedur.
Á Á"Dari keterangan terperiksa, sebelumnya, polisi sudah
mengantongi surat penangkapan terhadap Idrus yang menjadi tersangka
penganiayaan terhadap korban, Yuni. Namun, menurut terperiksa,
ketika akan diamankan, Idrus menggunakan sajam berusaha melawan,
sehingga salah satu terperiksa, terpaksa melepaskan tembakan
peringatan, hingga tembakan ke kaki," cetus Zuhdi.
Á ÁMeski demikian, lanjutnya, pihaknya masih akan mengumpulkan
keterangan lagi dari sejumlah saksi. "Hanya saja, untuk Idrus,
masih belum bisa, karena masih sakit di rumah sakit. Begitu juga
sejumlah saksi di TKP, belum bisa kita mintai keterangan. Tunggu
situasi mereda dululah," ungkapnya.
Á ÁHanya saja, Zuhdi menduga telah terjadi kesalahpahaman antara
terperiksa dengan puluhan warga yang berdatangan setelah mendengar
suara di pengeras suara rumah ibadah Desa Sungai Buluh, HST.
Á Á"Dari dugaan terperiksa, suara di mikorofon yang memicu
kedatangan massa berasal dari istri Idrus. Namun, kita masih
selidiki masalah ini," katanya.
Á ÁSebelumnya, Rabu (30/6), empat anggota Polsek Alabio diperiksa
di Bid Propam Polda Kalsel.
Á ÁPemeriksaan menyusul peristiwa pada Senin (28/6) malam sekitar
pukul 21.30 Wita, para terperiksa dikeroyok dan dikejar oleh
ratusan warga Desa Sungai Buluh, Balanti, Mantaas, Rantau Bujur,
Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten HST.
Á ÁUntungnya, keempat anggota polisi itu berhasil menyelamatkan
diri. Akibatnya luapan kekesalan mereka berujung dengan pembakaran
sebuah mobil Kijang tim Buser Polres HSU.
Á ÁBerdasarkan keterangan warga, pada malam kejadian tersebut,
ratusan warga dari empat desa yang melengkapi diri dengan senjata
tajam berupa parang panjang, mandau, serta berbagai jenis senjata
tajam lainnya mencari oknum polisi yang menembak Idrus (44), warga
Jl Antasari Desa Sungai Buluh RT 2 Kecamatan LAU HST yang ditangkap
di rumahnya, dan bukan di pengajian.
Á ÁSeorang warga masyarakat yang berasal dari Desa Galagah RT 3
Kecamatan Sungai Tabukan HSU menuturkan, awalnya anggota polisi
asal Alabio itu ingin menangkap Idrus di rumahnya dan waktu itu
anggota polisi ini memarkir mobil jenis Kijang Grand di salah satu
rumah milik warga Sungai Buluh tepatnya di depan Masjid Shalihin.
Kala itu bertepatan adanya pemadaman aliran listrik.
Á ÁEntah berapa lama, anggota polisi ini mengepung empat sudut
rumah Idrus dan ketika menanyakan keberadaan Idrus kepada salah
seorang anaknya dan kepada Jumiati (40), istri Idrus. Polisi
mengatakan, Idrus tersangkut kasus penganiayaan terhadap Yuni,
warga Desa Galagah.
Á ÁTak berapa lama Idrus yang sedang di pengajian dipanggil
anaknya. Begitu Idrus sampai di rumah ia langsung ditangkap.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁEntah kenapa secara tiba©tiba keluar suara tembakan tiga kali
ke udara, karena takut Idrus lari dan salah satu anggota polisi
menembak dan berhasil mengenai kaki kiri Idrus. Dari keterangan
ratusan warga, setelah Idrus ditembak dan diborgol oleh oknum
polisi, kemudian Idrus langsung diinjak©injak kakinya serta
diseret.
Á ÁTak berselang lama, usai ada suara dari pengeras suara rumah
ibadah, ratusan warga mendatangi lokasi kejadian. Sempat terjadi
perdebatan serta saling main ancam, jika menghalangi tugas polisi
akan ditembak. Suara yang keluar dari salah seorang oknum tersebut,
mengakibatkan warga marah. Ã Ãadi

No comments: