Friday, June 25, 2010

Warga Sungai Tabuk Resah Isu Tambang Gas

MARTAPURAÄ Ä © Sebagian warga Desa Sungai Tabuk Kramat, Kecamatan
Sungai, Kabupaten Banjar resah menyusul adanya isu akan didirikanya
pengeboran tambang gas alam di wilayah mereka.
Á ÁAlhasil, sejumlah warga menyampaikan protes dan penolakannya
jika di wilayah mereka yang terdiri area persawahan, dijadikan
lokasi pertambangan gas.
Á ÁKetua RT 2, Hamlan menuturkan, warganya banyak yang resah dan
bakal menolak jika area persawahan di RT 3 bakal dijadikan lokasi
pengeboran gas, sebagaimana isu yang terlanjur beredar.
Á Á"Mereka khawatir, sawah©sawah mereka akan menjadi rusak kalau
pengeboran gas itu jadi dilakukan. Bahkan, mereka sepertinya ikut
khawatir jika wilayah mereka terjadi bencana seperti lumpur Lapindo
di Siduarjo, Jatim," bebernya.
Á ÁDitambahkan warga lainnya, Jum'ar, memang isu yang berkembang
di desanya bahwa lokasi yang sudah diberi patok©patok, beberapa
puluh meter dari tepi Jl Lingkar Utara tersebut, bakal didirikan
pengeboran gas.
Á Á"Kalau terjadi seperti banjir lumpur Lapindo bagaimana. Kami
tidak ingin sawah©sawah kami yang menjadi sandaran hidup justru
ikut rusak kalau hal itu terjadi," ucapnya khawatir.
Á ÁSementara, Muhammad Khaidir membeberkan, beberapa waktu lalu
ada sejumlah orang yang melakukan survei di lokasi tersebut. "Hanya
saja, tim survei yang katanya berasal dari Unlam itu tidak
menerangkan, apa maksudnya mereka melakukan survei, kemudian
menyewa lahan milik sejumlah warga," cetusnya.
Á ÁSementara itu, Pembakal Sungai Tabuk Kramat, Supian
menerangkan, 26 Mei 2010 lalu, sejumlah orang yang tidak begitu
dikenalnya menyewa lahan milik Fachrudin sebanyak dua bidang,
masing©masing seluas 6.625 meter persegi dan 9.275 meter persegi,
milik Ainul Kamal seluas 3.314 meter persegi, Saiful Anwar seluas
5.418 meter persegi serta milik Hj Kursiah 4.328 meter persegi.
Á ÁBerdasar berita acara yang ditandatangani Supian dan ketua RT
3, kemudian anggota tim P3SDA, Andi Adriansyah, Abdul Aziz (juru
ukur) dan Marhat (asisten juru ukur), dilakukannya sewa lahan yang
dikabarkan untuk disurvei.
Á Á"Cuma, tim survei tidak menerangkan untuk apa survei tersebut.
dari kabar yang saya terima dari warga, tim itu menyurvei kandungan
di bawah sawah itu apakah ada kandungan gas alamnya ataukah tidak,"
ungkapnya.
Á ÁSupian mengaku ada keresahan sebagian warganya, menyusul
adanya isu kalau di atas lahan tersebut akan didirikan perangkat
pengeboran gas.
Á Á"Ya warga khawatir kalau©kalau wilayah desa terjadi musibah
seperti lumpur Lapindo. Kalau saya sebagai pembakal, tentu
mengikuti apa keinginan warga. Kalau memang warga keberatan, saya
tidak setuju ada pengeboran gas di wilayah ini," tegasnya.

No comments: