Monday, June 7, 2010

Tuntutan Tidak Dipenuhi Pelsus Arutmin Ditutup

PELAIHARI © Amarah warga Kecamatan Kintap dan Jorong Tanah Laut
(Tala) kembali memuncak. Ribuan massa dari sembilan desa di dua
kecamatan itu menyerbu kantor PT Arutmin Indonesia di Kecamatan
Jorong, menyusul tak adanya kesepakatan diizinkan kembali warga
setempat untuk menggais rezeki sebagai penambang manual di lahan
eks Arutmin, Senin (7/6)
Á ÁBukan cuma itu, warga sembilan desa, yaitu Desa Simpang Empat
Sungai Baru, Desa Asam Asam , Desa Pandan Sari, Desa Salaman, Desa
Sumber Jaya , Desa Kintapura, Desa Kintap, Desa Bukit Mulya dan
Desa Riam Adungan, yang dikoordinatori Rahman, juga menuntut PT
Arutmin Indonesia Job Site Asam Asam, agar menghentikan kegiatan
penambangan di lahan masyarakat yang masih belum diganti rugi dan
supaya pihak Arutmin mengeluarkan alat berat yang sedang beroperasi
di lokasi tersebut.
Á ÁIa juga meminta Arutmin Indonesia mengeluarkan Habib Machdar
Assegaf dan Daut serta para kroni©kroninya dari PT Arutmin
Indonesia Site Mine Asam Asam karena dianggap sangat meresahkan
dan telah mengintimidasi serta meneror masyarakat .
Á ÁTuntutan terakhir yaitu masyarakat minta agar jalan Desa
Pandansari ke Km 9 tidak ada pembongkaran oleh PT Arutmin Indonesia
Site Mine Asam Asam kecuali di lokasi lain tidak layak lagi
ditambang PT Arutmin Site Mine Asam Asam.
Á ÁDalam pertemuan yang diwakili koordinator aksi dan pihak
manajemen Arutmin itu, ternyata tak menemui kesepakatan, karena PT
Arutmin Indonesia tidak memberi respon tentang empat tuntutan
masyarakat tersebut.
Á ÁAlhasil, ribuan warga yang dijaga ratusan aparat keamanan dari
kepolisin dan TNI, langsung bergerak menutup jalan Pelabuhan Khusus
Arutmin, serta membikin dapur umum di lintasan jalan batubara
Arutmin tersebut.
Á Á"Sebelum empat tuntutan masyarakat tersebut tidak dipenuhi
oleh PT Arutmin Indonesia, selama itu juga jalan desa tempat lintas
pengangkut tambang PT Arutmin Indonesia menuju Pelabuhan Khusus
Arutmin mereka tutup," ujar Rahman, koordinator demo.
Á ÁSaat aksi itu, para awak media media cetak dan media
elektronik yang mau meliput pertemuan di dalam aula perusahan
tersebut dilarang oleh para satpam perusahan itu.
Á ÁBukan cuma itu, para wartawan dilarang untuk mendekati ruang
pertemuan. Bahkan wartawan disuruh menunggu di luar pagar masuk
kantor.
Á ÁSaat dikonfirmasi dengan pihak PT Arutmin Indonesia, melalui
Community & External Relation Coordinator PT Arutmin Indonesia Asam
Asam, Sensus Suyanto via telpon, tidak berkenan mengangkat telpon
gengamnya, bahkan SMS para wartawan juga tak dibalas terkait dengan
aksi tersebut. Ã Ãcan/adi

No comments: