Thursday, June 10, 2010

Terdakwa Korupsi Alat Cuci Darah Disidang

TANJUNGÄ Ä © Drg Rukiyah, mantan Direktur Rumah Sakit Tanjung yang
duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung, Kamis (10/6).
Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan jaksa penuntut
umum (JPU).
Á ÁUsai pembacaan dakwaan dari JPU Kejari Tanjung, Nurul Anwari
SH, pengacara terdakwa, Syarifani SH dan Kharisma Harahap SH,
memohon agar terdakwa ditangguhkan penahanannya.
Á Á"Kami memohon agar klien kami ditangguhkan atau dialihkan
penahanannya karena beberapa alasan dan beberapa orang rekannya
para dokter di rumah sakit juga sudah menyampaikan dukungan dan
jaminan," ujar Syarifani.
Á ÁSelama ini, kliennya menjadi tulang punggung di rumah
tangganya karena sang suami menderita stroke. "Jadi perannya
sebagai tulang punggung keluarga," jelasnya.
Á ÁRukiyah mengatakan selama ini suaminya tidak mengetahui dengan
apa yang sedang menimpa dirinya. "Sampai saat ini Bapak tidak
tahu, kita kuatir dengan kondisi kesehatannya, ini memang betulªbetul kita rahasiakan," katanya dengan berupaya tetap tegar.
Á ÁPada sidang perdana yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PN
Tanjung, Didiek Jatmiko SH, JPU mendakwa terdakwa telah melanggar
ketentuan pasal 2 ayat (1) UU Tipikor dengan ancaman hukuman
minimal empat tahun penjara dan denda Rp200 juta.
Á Á"Subsidernya kita tuntut dengan pasal 2 ayat (3) UU Tipikor
dengan ancaman hukuman minimal satu tahun penjara dan denda Rp50
juta," tandas Anwar.
Á ÁSelain menyampaikan permintaan agar dilakukan penangguhan
penahanan terhadap terdakwa, pengacaranya juga menyampaikan
keberatannya atas tuntutan jaksa. Pembacaan keberatan dari pihak
terdakwa akan disampaikan pada sidang lanjutan yang akan digelar
pada hari Kamis, minggu depan. Ã Ãale/adi

2 comments:

Anonymous said...

bagus bang

Anonymous said...

Bang itu TSK pura2 garing aj