Thursday, June 17, 2010

Sejumlah Pejabat Banjar Hadir Bersaksi

MARTAPURAÄ Ä © Keterangan Sekda Banjar Ir Nasrunsyah dalam sidang
lanjutan dugaan penyalahgunaan dana APBD 2006©2008 Pemkab Banjar di
Pengadilan Negeri (PN) Martapura, Kamis (17/6) dinilai meringankan
terdakwa Yusni Anani.
Á ÁHal ini diungkapkan penasihat hukum terdakwa, Sakrani SH saat
ditemui à ÃMata BanuaÄ Ä di sela sidang yang menghadirkan sejumlah
pejabat di lingkungan Pemkab Banjar untuk dimintai keterangannya
sebagai saksi.
Á Á"Keterangan saksi pak Nasrunsyah meringankan klien kami,
karena dalam persidangan tadi ada bukti baru," ujar Sakrani.
Á ÁMenurutnya, keterangan saksi Nasrunsyah itu yakni adanya surat
pernyataan dari terdakwa Romzi (yang juga menjalani sidang dalam
kasus yang sama) sebagai bendahara pengeluaran yang berisi, secara
pribadi bertanggung jawab atas seluruh pengeluaran keuangan dengan
mengganti termasuk bertanggung jawab dari segi hukum, karena dia
yang menggunakan dan mengetahui penggunaannya.
Á Á"Terdakwa Romzi dalam surat pernyataannya bertanggung jawab
secara pribadi dan hukum, dan surat pernyataan itu
ditandatanganinya dengan disaksikan Pak Nasrunsyah," ujar Sakrani.
Á ÁSakrani menyatakan, surat pernyataan yang ditandatangani Romzi
dengan disaksikan Sekda Nasrunsyah, Rolibi dan Edy Handoko telah
disampaikan kepada majelis hakim sebagai bukti baru. "Surat itu
dibuat 21 Oktober 2009 dan ada di BPK," katanya.
Á ÁSakrani menandaskan, dengan adanya surat pernyataan itu
berarti kliennya tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum. "Itu
tanggung jawab antara Romzi dengan siapa saja yang menggunakan uang
sekitar Rp8 miliar itu," katanya.
Á ÁSementara itu, di tempat terpisah Sekda Banjar Nasrunsyah
membenarkan adanya surat pernyataan dari terdakwa Romzi. "Memang
benar adanya surat pernyataan itu isinya Romzi bertanggung jawab,
tapi saya tidak tahu apakah keterangan saya itu meringankan atau
tidak, yang jelas saya tidak memihak siapa©siapa dan keterangan
saya di bawah sumpah," kata Nasrunsyah.
Á ÁPada sidang kemarin yang dipimpin ketua majelis hakim Edy
Suwanto SH MH, selain meminta keterangan saksi Nasrunsyah, PN
Martapura juga menghadirkan Safrin Noor yang saat itu menjabat
sebagai Kabag Hukum untuk bersaksi, serta beberapa pejabat Pemkab
Banjar yang juga berstatus sebagai saksi.
Á ÁSekadar diketahui, PN Martapura menyidangkan dua terdakwa yang
diduga melakukan penyalahgunaan dana APBD 2006©2008 Kabupaten
Banjar sekitar Rp8 miliar, yaitu mantan Sekda Banjar Yusni Anani
dan mantan bendahara, Romzi. Ã Ãdio/adi

No comments: