Monday, June 14, 2010

Sat Pol PP Dinilai Sewenang©wenang

BANJARMASINÄ Ä © Sumantri (35), warga Jl Batu Benawa VIII RT 37 No 39
terpaksa mengadukan perbuatan tujuh oknum Sat Pol PP Pemko
Banjarmasin yang sudah menganiayanya ke kantor polisi.
Á ÁMenurut Sumantri, tindakan main pukul ketujuh oknum berseragam
itu membuatnya mengalami memar di leher, lecet di bahu kiri serta
rusuk memar di bagian dalam sehingga cukup sulit bernafas.
Á Á"Saya sudah melaporkan kasus ini ke polisi dengan STPL No:
STPL/K/240/VI/2010/SPK. Aduan terkait tindak pidana penganiayaan
pasal 170 KUHP. Kejadian pemukulan itu terjadi pada Kamis (10/6)
sekitar pukul 12.30 Wita di sekitar Bundaran Kayu Tangi Jl Brigjen
Hasan Basri, persis di tepi pagar Masjid Hasanuddin," tukasnya.
Á ÁDikatakan, Jumat (11/6), dirinya waktu itu berada dekat
Bundaran Kayu Tangi, ketika tiba©tiba rombongan Sat Pol PP datang
ke lokasi tersebut untuk melakukan penertiban terhadap pedagang
kaki lima.
Á Á"Penertibannya dilakukan dengan sistem comot, tanpa ada
pemberitahuan terlebih dahulu. Saat itu, Udin, pedagang es krim dan
rujak yang berusaha mempertahankan dagangannya dari renggutan oknum
petugas. Saya lalu berusaha membela agar jangan dahulu dibawa
dagangan dia, karena masih bisa diberi peringatan dahulu,"
tukasnya.
Á ÁNamun, lanjutnya, saran itu malah dibalas dengan cengkeraman
dan pukulan dari petugas Sat Pol PP yang diketahui korban
berisisial Eko dan kawan©kawan.
Á ÁAkibatnya, leher korban mengalami memar, bahu kiri lecet dan
rusuk mengalami memar.
Á Á"Semestinya, petugas jangan begitu di tengah kesulitan ekonomi
yang dihadapi masyarakat. Masih untung para pedagang itu tidak
menjadi penjahat, karena masih mau berusaha. Saya tidak terima
perlakuan sewenang©wenang seperti itu," tegasnya.
Á ÁKorban mengaku sempat meminta klarifikasi dari pimpinan Sat
Pol PP Pemko Banjarmasin. "Namun, kita menangkap kesan kalau
pimpinannya membenarkan saja tindakan anarkis anak buahnya itu,"
bebernya. Ã Ãadi

No comments: