Wednesday, June 16, 2010

Sat Pol PP Bantah Mengeroyok

BANJARMASINÄ Ä © Plt Kasat Pol PP Kota Banjarmasin M Taufikurachman
SSos dalam rilis berita yang disampaikan Kabag Humas Setdako
Banjarmasin Drs H Masbudi membantah kalau pihaknya telah melakukan
pengeroyokan terhadap Sumantri (35), warga Jl Batu Benawa VIII RT
73 No 39 Banjarmasin Tengah, akhir pekan lalu.Á < Á
Á ÁRabu (16/6), Taufik menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada
melakukan pengeroyokan seperti yang dilaporkan korban ke Mapolsekta
Banjarmasin Utara. Tindakan yang mereka ambil lantaran pedagang es
krim dan rujak Yogyakarta itu tak mengindahkan peringatan mereka
beberapa kali, dengan dasar terjadinya pelanggaran Perda No 19
tahun 2002 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL.
Á ÁMenurutnya, justru Sumantri selaku pemilik dagangan rujak dan
es krim yang meneriaki mereka duluan setelah pihaknya mengamankan
tong es krimnya.
Á ÁDikatakan, sangat tidak sopan, petugas yang menegakkan perda
diteriaki maling. Barang bukti yang diamankan, menurutnya sempat
dirampas dan terjadi saling tarik©menarik.
Á ÁTaufik menambahkan, malah polisi yang selalu mendampingi
pihaknya dalam setiap melakukan tugas. Polisi juga sempat melerai
dan memberi pengertian kepada Sumantri. Dan saat itu juga, setelah
Sumantri dan dua rekannya mendatangi ruang Satpol PP, barang bukti
diserahkan kembali disertai surat pernyataan.
Á ÁJadi. lanjutnya, pihaknya jelas berbeda dengan Satpol PP di
daerah lain, kami selalu mengedepankan norma hukum, norma sosial,
dan hak asasi manusia.
Á ÁSebelumnya, Sumantri terpaksa mengadukan perbuatan tujuh oknum
Sat Pol PP Pemko Banjarmasin yang sudah menganiayanya ke kantor
polisi.
Á ÁMenurut Sumantri, tindakan main pukul ketujuh oknum berseragam
itu membuatnya mengalami memar di leher, lecet di bahu kiri serta
rusuk memar di bagian dalam sehingga cukup sulit bernafas.
Á Á"Saya sudah melaporkan kasus ini ke polisi dengan STPL No:
STPL/K/240/VI/2010/SPK. Aduan terkait tindak pidana penganiayaan
pasal 170 KUHP. Kejadian pemukulan itu terjadi pada Kamis (10/6)
sekitar pukul 12.30 Wita di sekitar Bundaran Kayu Tangi Jl Brigjen
Hasan Basri, persis di tepi pagar Masjid Hasanuddin," tukasnya.
Á ÁDikatakan, Jumat (11/6), dirinya waktu itu berada dekat
Bundaran Kayu Tangi, ketika tiba©tiba rombongan Sat Pol PP datang
ke lokasi tersebut untuk melakukan penertiban terhadap pedagang
kaki lima.
Á Á"Penertibannya dilakukan dengan sistem comot, tanpa ada
pemberitahuan terlebih dahulu. Saat itu, Udin, pedagang es krim dan
rujak yang berusaha mempertahankan dagangannya dari renggutan oknum
petugas. Saya lalu berusaha membela agar jangan dahulu dibawa
dagangan dia, karena masih bisa diberi peringatan dahulu,"
tukasnya. Ã Ãadi

No comments: