Wednesday, June 16, 2010

Salinan Putusan Tiba Hari Ini

BANJARMASINÄ Ä © Isu yang beredar menyebutkan bahwa salinan putusan
kasasi Mahkamah Agung (MA) akan tiba ke Kejari Martapura, Kamis
(17/6) hari ini.
Á ÁKabar itu menyebutkan bahwa salinan putusan sebenarnya sudah
selesai dan hanya tinggal proses pengiriman salinan ke jaksa selaku
eksekutor terhadap tiga terpidana kasus korupsi eks Pabrik Kertas
Martapura (PKM), yakni Hairul Saleh, Iskandar Djamaludin dan
Gunawan Sutanto.
Á ÁNamun, Rabu (16/6) malam, Kajari Martapura Zulhadi Savitri SH
mengaku belum mengetahui kabar tersebut. "Saya belum tahu kabar
itu. Nanti saya akan cek apa benar salinan putusan itu tiba besok,"
ucapnya singkat.
Á ÁSebelumnya, Ketua Forum Lintas LSM©OKP se©Kalsel, Syamsul
Daulah menyatakan, tidak ada alasan lagi bagi pihak kejaksaan untuk
menunda©nunda eksekusi, mengingat berbekal kutipan putusan pun
sebenarnya sudah bisa dilaksanakan.
Á ÁMenurut Syamsul, meskipun dirinya bukan ahli hukum, namun rasa
keadilan dalam masyarakat juga harus diperhatikan. Dikatakan,
penundaan eksekusi dengan alasan yang dibuat©buat itu, justru
membuat stigma kurang baik dari masyarakat terhadap lembaga
kejaksaan. Hanya karena melibatkan orang penting, maka eksekusi
bisa ditunda, sementara jika berkenaan dengan orang biasa, justru
eksekusi bisa langsung cepat, begitu kutipan putusan keluar.
Á ÁMenurutnya, jika kejaksaan masih mudah terpengaruh argumentasi
para kuasa hukum terpidana, maka boleh jadi hal itu akan menjadi
preseden buruk dalam penegakan hukum. Alhasil, bisa saja terpidana
yang lain akan selalu berkelit untuk mengulur©ngulur waktu
eksekusi.
Á ÁSebagaimana pernah diungkapkan mantan Direktur Penyidikan
Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Chaerul Imam beberapa waktu lalu,
alasan menunggu salinan putusan yang tentunya akan memakan waktu
beberapa waktu, justru banyak dimanfaatkan para terdakwa atau
terpidana untuk melarikan diri menghindar dari eksekusi.
Á ÁChaerul berpendapat, semestinya dengan ekstrak putusan yang
isinya cuma selembar, memuat nomor perkara dan vonis yang
dijatuhkan, jaksa sudah bisa melakukan eksekusi terhadap terdakwa
atau terpidana.
Á ÁSementara para kuasa hukum terpidana Hairul cs berkeyakinan,
eksekusi hanya bisa dilakukan bila salinan putusan sudah diperoleh,
sebagaimana pasal 270 KUHAP.
Á ÁPasal 270 KUHAP berbunyi bahwa pelaksanaan putusan pengadilan
yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa,
yang untuk itu panitera mengirimkan salinan putusan kepadanya.
Á ÁSeperti diketahui, MA beberapa waktu lalu melalui petikan amar
putusan MA tertanggal 19 Januari 2010, mengabulkan kasasi JPU
Kejari Martapura terhadap vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim
PN Martapura terhadap Hairul Saleh, Iskandar Djamaluddin (keduanya
panitia pembebasan lahan) dan Gunawan Sutanto (PT Golden, penerima
ganti) dalam kasus korupsi eks PKM.
Á ÁDalam putusannya, selain membatalkan putusan majelis hakim PN
Martapura yang kala itu diketuai Purwanto SH, tertanggal 8 Oktober
2007, MA juga menjatuhkan hukuman masing©masing lima tahun penjara
dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁKhusus untuk terpidana Gunawan S, MA menambah hukuman berupa
kewajiban Gunawan untuk mengembalikan uang negara sebesar Rp6,3
miliar. Jika sebulan kemudian, Gunawan tidak juga mengembalikan
kerugian negara, maka harta bendanya akan disita untuk kemudian
dilelang oleh negara.
Á ÁKasus ini terjadi setelah Pemkab Banjar di masa pemerintahan
Bupati Rudy Ariffin (sekarang Gubernur Kalsel) memutuskan memberi
ganti rugi lahan eks PKM kepada PT Golden senilai Rp6,3 miliar
dalam dua tahap, 2002 sebesar Rp3 miliar (Keputusan Bupati Banjar
No 85/5.Kep.14/2002) dan 2003 (Keputusan Bupati Banjar No 08/BKOªBT/3/2003 tanggal 28 Maret 2003) senilai Rp3,4 miliar. Ã Ãadi

No comments: