Wednesday, June 23, 2010

Polres Tala Mulai Telisik Kasus Sapi

PELAIHARIÄ Ä © Dugaan penyimpangan program perguliran sapi 2003©2004
di Tanah Laut (Tala) memasuki babak baru. Sat Tipikor Polres Tala,
kini mulai melakukan lidik atas kasus tersebut.
Á Á"Nanti yang pertama rencananya kita periksa KUD yang mengelola
perguliran sapi tersebut," kata Kapolres Tala AKBP Drs R Firdaus
Kurniawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Yudha Satria SIK, Selasa
(22/6).
Á ÁPemeriksaan itu nanti kata dia akan coba menelusuri lebih
mendalam, ada tidak unsur yang merugikan negaranya.
Á ÁProgram perguliran sapi yang terjadi 2003©2004 disalurkan
Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten
Tala ke Kecamatan Takisung dan Batu Ampar diduga bermasalah.
Á ÁSelasa (1/6), Ketua LSM Merah Putih Tala, M Hardiansyah pun
melayangkan surat ke Polres Tala agar segera mengusut perihal
dugaan penyimpangan pada proyek tersebut.
Á ÁDugaan penyimpangannya, beber Hardi yakni manipulasi
penggelapan ternak sapi. Indikasinya ternak sapi tersebut kini
tidak jelas lagi arah perkembangan dan keberadaanya.
Á ÁDi Takisung penerimanya adalah KUD Tani Membangun (TM) di Desa
Gunung Makmur, sedangkan di Batu Ampar diterima KUD Rukun Tani
(RT). Koperasi itu kemudian meneruskan lagi ke sejumlah koperasi
lainnya di desanya masing©masing.
Á ÁJumlah sapi yang disalurkan KUD TM 500 ekor. Tujuh ekor di
antaranya mati saat pendistribusian. Sementara di Batu Ampar, sapi
disalurkan sebanyak 230 ekor. Sapi©sapi tersebut diteruskan
pengelolaanya kepada sejumlah peternak yang tersebar di beberapa
desa seperti Desa Gunung Makmur 199 ekor (tiga koperasi dan
perseorangan), Sumber Makmur 193 ekor (dua koperasi), Takisung 50
ekor (perseorangan) dan Benua Tengah 51 ekor (satu koperasi).
Á ÁSementara di Kecamatan Batu Ampar proyek sapi tersebut
diserahkan kepada peternak melalui koperasi setempat bukan dalam
bentuk ternak sapi melainkan uang.
Á ÁSekretaris sekaligus Ketua Sementara KUD TM Asruri mengatakan,
dia kurang mengetahui persoalan sapi tersebut. Pasalnya dia baru
masuk dalam kepengurusan menjabat sekretaris pada tahun 2007 lalu.
Pada tahun 2003/2004 dia hanya menjadi anggota atau penerima
(penggaduhan) sapi tersebut.
Á ÁDiterangkan, sapi tersebut berjenis sapi putih (brahman
cross). Menurutnya, tiap kandang kelompok menerima 50 ekor sapi.
Polanya bergulir dalam bentuk pengembalian uang dalam kontrak
selama 15 Tahun. Ã Ãcan/adi

No comments: