Thursday, June 24, 2010

Pihak RSUD Ulin Tidak Tahu Ada Tahanan

MARTAPURAÄ Ä © Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin
mengatakan tidak tahu masalah pasiennya, HM Rusli, Ketua DPRD
Kabupaten Banjar, yang pernah dirawat di lantai III ruang Pav Aster
A III/7.
Á ÁMenurut Humas RSUD Ulin Banjarmasin, H Yusuf, melalui kepala
ruangan Pav Aster, Dr Laila, ketika ditemui à ÃMata BanuaÄ Ä, Kamis
(24/6) siang, pihak rumah sakit tidak tahu kalau pasien yang
bernama HM Rusli dan telah keluar pada tanggal 17 Juni 2010 kemarin
adalah seorang tahanan.
Á Á"Kami hanya menerima surat rujukan dari Rumah Sakit Ratu
Zelekha yang menyatakan HM Rusli telah sakit dan perlu perawatan,"
ungkapnya.
Á ÁDikatakannya, kalau memang HM Rusli merupakan salah seorang
terpidana, kemungkinan surat©surat yang diajukannya untuk berobat
bukan ke RSUD Ulin.
Á Á"Kemungkinan surat©surat izin berobat atau administrasi ada
pada rumah sakit yang pertama menerimanya, sedangkan rumah sakit
ini hanyalah menerima rujukan," katanya.
Á ÁMeski pihak RSUD Ulin tak mengetahui statu HM Rusli, namun
Kepala LP Martapura, Agus Wiryawan, beberapa waktu lalu menegaskan
bahwa HM Rusli menjalani masa penahanan di rumah sakit tersebut.
Á ÁDiketahui, HM Rusli ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus
illegal logging hingga menjalani proses persidangan, dan oleh
majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Martapura. Ia divonis tiga
bulan, Maret 2008 lalu.
Á ÁPolitisi ini didakwa memiliki 30 buah ulin dalam bentuk pelat,
76 buah jenis balokan ukuran 18 cm x 2 cm x 4 m dan enam buah
ukuran 10 cm x 7 cm x 4 m secara ilegal. Rusli tidak banding,
sehingga keputusan PN Martapura berkekuatan hukum tetap atau
inkrah.
Á ÁKemudian, Rusli melakukan upaya peninjauan kembali atau PK ke
Mahkamah Agung (MA).
Á ÁBeberapa waktu, keluar putusan MA No 67 PK/Pid Sus/2009 yang
diterima PN Martapura tanggal 12 Mei 2010, H Rusli, warga Desa II
RT 02 Cintapuri Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar ditolak
PK©nya. H Rusli tetap dihukum tiga bulan karena terbukti melanggar
pasal 78 ayat (5) jo pasal 50 ayat (3) huruf f UU No 41 Tahun 1999
tentang Kehutanan jo Permenhut No P.55/Menhut©II/2006 tanggal 26
Agustus 2006.
Á ÁAlhasil, politisi Partai Golkar ini mesti menjalani sisa
hukumannya yang masih belum dijalani, yakni selama sebulan.
Á ÁH Rusli masuk LP Martapura pada siang 20 Mei 2010. Namun, pada
sore harinya, H Rusli mengeluh sakit, sehingga pihak LP Martapura
memasukkan H Rusli ke RS Ratu Zalekha Martapura. Pada 22 Mei 2010,
H Rusli pindah perawatan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Beberapa kali
dipantau wartawan, ruang perawatan H Rusli, yakni ruang Pav Aster
A III/7, tanpa disertai pengawalan dari petugas LP Martapura.
Á ÁTiba©tiba, 17 Juni 2010, H Rusli dinyatakan sudah bisa bebas
oleh LP Martpura atas surat dari Kementerian Hukum dan HAM Kalsel.
à Ãris/adi

No comments: