Tuesday, June 1, 2010

Pengacara Berasumsi Dika Mengidap Kelainan

BANJARMASINÄ Ä © Ahmadi SH dari Kantor Advokat Dana Hanura berasumsi
bahwa klienya, Dika (18) memiliki kelainan jiwa, mengingat mustahil
seorang anak tega membunuh ibu kandungnya sendiri dengan cara yang
sadis.
Á ÁSenin (31/5), Ahmadi menambahkan, pihaknya memang masih sama
menunggu bagaimana hasil observasi kejiwaan oleh pihak Rumah Sakit
Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Gambut.
Á Á"Jika observasi berakhir, baru tim dokter memberikan hasil
analisa kejiwaan Dika ke penyidik dan kita juga kemungkinan akan
menerima tembusannya," cetusnya.
Á ÁDikatakan, jika ternyata Dika memang mengalami gangguan jiwa
permanen, maka Dika belum bisa diproses secara hukum. Sebab, orang
sakit jiwa atau hilang kesadarannya tidak dapat dikenai hukuman.
Á ÁMemang diakui Ahmadi, selama mendampingi Dika dalam
pemeriksaan penyidik, terdapat kejanggalan©kejanggalan pada diri
Dika.
Á Á"Dika saya lihat lebih banyak diam dengan tatapan mata kosong.
Bahkan, ia kerap senyum sendiri. Pernah saya kaget ketika punggung
saya ditanduk Dika dengan berulang©ulang," bebernya.
Á ÁDika yang dianggap belum maksimal menjalani pemeriksaan
terpaksa dirujuk ke RSJ Sambang Lihum sejak Sabtu (22/5).
Á Á"Mengingat kondisi psikologi tersangka sedang tidak stabil,
tersangka selama 14 hari diobservasi di RSJ Sambang Lihum. Jadi
kejiwaan tersangka dikonsultasikan dengan dokter ahli jiwa," ujar
Kasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP Helfi Assegaff, Senin
(24/5) lalu.
Á ÁSebagaimana diketahui, Dika (18) membunuh Darmatasiah (37)
yang merupakan ibunya sendiri di rumah dinas Kompleks Brimob, Jl
Kenanga RT 1 RW 1 Guntung Payung Banjarbaru, pada Kamis (20/5)
malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Á ÁKorban yang merupakan istri seorang anggota Brimobda Kalsel
Bripka Agung W, mengalami luka tak beraturan di bagian kepala
hingga otaknya berhamburan dan kedua tangan putus akibat sabetan
mandau tersangka.Ã ÃÄ Ä
Á ÁSebelumnya, korban sempat mengajak anaknya itu untuk shalat
berjamah di masjid tak jauh dari rumah. Mereka berdua berangkat ke
masjid untuk shalat maghrib berjamah, dilanjutkan mengaji, dan
selanjutnya shalat isya.
Á ÁKorban usai shalat kemudian pulang duluan, sementara Dika
masih bersalam©salaman dengan sesama jamaah shalat.
Á ÁSesampai di rumah, korban diduga beristirahat di kamar. Meski
rebahan, korban masih berdzikir dan wiridan. Dika kemudian datang
ke rumah, namun langsung ke pemandian untuk mengambil air wudhu.
Á ÁDiduga, Dika mesti berwudhu lagi, karena wudhu yang pertama
batal setelah buang angin (belakangan diketahui wudhu berulangªulang). Selepas itulah diduga Dika mengambil senjata tajam jenis
mandau dan langsung menghampiri ibu yang telah melahirkannya itu.
Á ÁEntah kenapa, Dika diduga secara membabi©buta mengayunkan
mandau itu ke arah ibunya yang sedang rebahan sedang berdzikir.
Teriakan korban tak dihiraukan, dan Dika diduga berkali©kali
menebaskan mandau itu, sehingga kedua tangan korban putus, bahkanÔ h) 0*0*0*° ° Ô kepala bahu dan tubuh korban terluka parah. Ironisnya, otak korban
sampai berhamburan akibat kepalanya dicincang beberapa kali.
Á ÁKetika Dika beraksi, korban sempat berteriak minta tolong dan
didengar tiga orang tetangga. Bahkan, salah satu tetangga,
memberanikan diri menengok lewat ventilasi kamar dan melihat
tersangka sedang menebas korban.
Á ÁPetugas Brimobda kemudian mendobrak pintu di TKP yang sengaja
dikunci dari dalam oleh tersangka. Begitu berhasil, korban terlihat
melarikan diri lewat pintu belakang, hingga akhirnya tertangkap di
rumah pembelian suami korban di Kompleks Wengga Banjarbaru. Ã Ãadi

No comments: