Tuesday, June 22, 2010

Oknum Polisi Mengamuk Usai Vonis

BANJARMASINÄ Ä © Aiptu Ahmad Syam Bukhari yang menjadi terdakwa dalam
kasus pembelian sabu mengamuk beberapa saat usai divonis majelis
hakim bersalah dan dihukum penjara lima tahun dalam sidang di
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Selasa (22/6).
Á ÁIronisnya, terdakwa bahkan memaki©maki sambil menunjuk©nunjuk
ke arah wajah jaksa penuntut umum (JPU) Maulidah SH dan Sunnah
Lestari SH. Kedua jaksa wanita ini pun sempat terkaget©kaget.
Beruntung, puluhan polisi yang mengamankan sidang cepat mengamankan
terdakwa yang sudah lepas kendali itu.
Á ÁTerdakwa tidak terima dirinya divonis lima tahun apalagi
berdasarkan pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, karena
merasa mulanya ia hanya didakwa melanggar pasal 131 yang tentunya
ancaman hukumannya lebih ringan.
Á ÁKajati Kalsel Abdul Tafiq SH MH pun angkat bicara, karena
kejadian tersebut. Taufiq menyayangkan terdakwa sampai memaki
jaksa.
Á ÁMenurutnya, JPU sudah melakukan tugasnya dengan benar, karena
perbuatan terdakwa memang sudah memenuhi unsur sebagaimana diatur
dalam pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009
dalam dakwaan primer, subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat
(1) UU No 35 Tahun 2009 serta lebih subsider pasal 131 UU yang
sama.
Á Á"Jaksa sudah melaksanakan tugasnya secara profesional. Meski
jumlah sabunya kecil, paketan harga Rp300 ribu, namun terdakwa
adalah aparat hukum dan terlibat dalam membeli sabu. Makanya JPU
menuntut hukuman minimal lima tahun. Dan itu diperkuat lagi dengan
vonis hakim, sehingga bersesuaian. Jika terdakwa keberatan silakan
menggunakan haknya untuk banding," cetusnya.
Á ÁDijelaskan As Pidum Pratikto SH, ASB adalah satu dari tiga
terdakwa penyalahgunaan narkotika. Dua lainnya diperiksa dalam
berkas terpisah adalah Jarkasi dan Erwansyah.
Á ÁBeberapa waktu lalu, ketiga terdakwa yang bertolak dari
Banjarbaru bertemu di Banjarmasin. Jarkasi kemudian ingin menyabu
lalu memberi uang kepada ASB untuk dibelikan sabu. ASB lalu minta
bantuan Erwansyah mencari sabu. Berdua, mereka boncengan mencari
sabu, sehingga menelepon Isar (DPO).
Á ÁDalam transaksi di Jl Gatot Subroto depan Mega Finance,
ketiganya tertangkap, namun Isar berhasil lolos dan menjadi
buronan. Ã Ãadi

No comments: