Monday, June 7, 2010

Observasi Dika Diperpanjang

BANJARMASINÄ Ä © Dika (18), tersangka kasus pembunuhan terhadap ibu
kandung, bakal kembali diperpanjang masa observasi kejiwaannya di
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Gambut, Kabupaten Banjar,
menyusul kesempatan pertama selama 14 hari sudah habis waktunya,
namun tim dokter belum memiliki kesimpulan.
Á ÁSenin (7/6), Kasat I Krimum Dit Reskrim AKBP Helfi Assegaff
didampingi AKBP Johansyah mengatakan, selama masa observasi 14 hari
sejak Sabtu (22/4) dan berakhir Minggu (6/6), belum diperoleh
kesimpulan terkait aspek kejiwaan Dika.
Á Á"Maka kemungkinan masa observasi Dika akan diperpanjang lagi
sampai diperoleh kesimpulan oleh tim dokter. Selama observasi, ada
dua kali dokter memberikan soal tes kejiwaan kepada Dika, namun
Dika sama sekali tidak mengisi lembaran jawaban soal tersebut,"
cetus Johansyah.
Á ÁMeski demikian, kasus pembunuhan tersebut akan tetap
dilanjutkan. Bahkan, penyidik kini sudah hampir merampungkan
pemeriksaan saksi©saksi, termasuk saksi dari teman satu sekolah
Dika di MAN Martapura.
Á ÁDiinformasikan, berdasar keterangan teman Dika, Dika memang
kerap menyendiri dan kurang bergaul. Bahkan, Dika sesekali
tersenyum dan tertawa sendiri.
Á ÁMengenai prestasi akademik Dika juga masih tergolong biasaªbiasa saja, karena hampir tidak masuk 10 besar dalam ranking
kelasnya.Á ` ` Á
Á ÁBegitu juga hasil lab forensik Polda Jatim, darah di pakaian
yang dikenakan Dika saat kejadian, identik dengan darah korban
Darmatasiah (38) yang juga ibu kandung pelaku.
Á ÁKeanehan Dika memang diakui oleh kuasa hukum Dika, Ahmadi SH.
Dikabarkan pula, Dika sempat menyerang ayah kandungnya ketika
membezuknya di RSJ Sambang Lihum, beberapa waktu lalu.
Á ÁSebagaimana diketahui, Dika (18) membunuh Darmatasiah (37)
yang merupakan ibunya sendiri di rumah dinas Kompleks Brimob, Jl
Kenanga RT 1 RW 1 Guntung Payung Banjarbaru, pada Kamis (20/5)
malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Á ÁKorban yang merupakan istri seorang anggota Brimobda Kalsel
Bripka Agung W, mengalami luka tak beraturan di bagian kepala
hingga otaknya berhamburan dan kedua tangan putus akibat sabetan
mandau tersangka.Ã ÃÄ Ä
Á ÁSebelumnya, korban sempat mengajak anaknya itu untuk shalat
berjamah di masjid tak jauh dari rumah. Mereka berdua berangkat ke
masjid untuk shalat maghrib berjamah, dilanjutkan mengaji, dan
selanjutnya shalat isya.
Á ÁKorban usai shalat kemudian pulang duluan, sementara Dika
masih bersalam©salaman dengan sesama jamaah shalat.
Á ÁSesampai di rumah, korban diduga beristirahat di kamar. Meski
rebahan, korban masih berdzikir dan wiridan. Dika kemudian datang
ke rumah, namun langsung ke pemandian untuk mengambil air wudhu.
Á ÁDiduga, Dika mesti berwudhu lagi, karena wudhu yang pertama
batal setelah buang angin (belakangan diketahui wudhu berulangªulang). Selepas itulah diduga Dika mengambil senjata tajam jenis
mandau dan langsung menghampiri ibu yang telah melahirkannya itu.
Á ÁEntah kenapa, Dika diduga secara membabi©buta mengayunkan
mandau itu ke arah ibunya yang sedang rebahan sedang berdzikir.
Teriakan korban tak dihiraukan, dan Dika diduga berkali©kali
menebaskan mandau itu, sehingga kedua tangan korban putus, bahkan
kepala bahu dan tubuh korban terluka parah. Ironisnya, otak korban
sampai berhamburan akibat kepalanya dicincang beberapa kali.
Á ÁKetika Dika beraksi, korban sempat berteriak minta tolong dan
didengar tiga orang tetangga. Bahkan, salah satu tetangga,
memberanikan diri menengok lewat ventilasi kamar dan melihat
tersangka sedang menebas korban.
Á ÁPetugas Brimobda kemudian mendobrak pintu di TKP yang sengaja
dikunci dari dalam oleh tersangka. Begitu berhasil, korban terlihat
melarikan diri lewat pintu belakang, hingga akhirnya tertangkap di
rumah pembelian suami korban di Kompleks Wengga Banjarbaru. Ã Ãadi

No comments: