Thursday, June 24, 2010

Masih Diselidiki Dugaan Penyimpangan Kadin HST

 
BANJARMASIN © Polres HST masih melakukan penyelidikan terkait
laporan salah satu LSM bulan Mei 2010. Laporan itu menyebutkan
adanya dugaan penyimpangan oleh oknum di Kadin HST.
Á ÁPenyimpangan itu, diduga menyalahi Keppres 80/2003 tentang
Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa.
Á ÁKapolres HST AKBP Joko Purwanto dikonfirmasi wartawan beberapa
waktu lalu mengakui kalau soal dugaan penyimpangan tersebut masih
dilakukan penyelidikan oleh jajarannya.
Á ÁMenurutnya, guna kepentingan penyelidikan, sejumlah pengurus
Kadin HST memang sudah dimintai keterangannya, termasuk Ketua Kadin
HST, Ali Rahman.
Á ÁLSM itu melaporkan pula jajaran pejabat di satuan perangkat
kerja daerah (SKPD) HST yang diduga berkolaborasi dengan oknum di
Kadin HST guna mengatur lelang sejumlah proyek, sehingga
menguntungkan pihak©pihak tertentu.
Á ÁMenurut sumber itu pula, Kadin setempat berani mematok 4
persen dari nilai proyek kepada pemenang tender. Dana senilai 4
persen itu alasannya akan dibagi©bagi kepada peserta tender,
sehingga bisa menerima hasil lelang dengan lapang dada.
Á ÁMasdulhak menjelaskan, setiap tahun anggaran proyek yang
dibiayai APBD HST diserahkan ke Kadin HST oleh SKPD. Alhasil,
lanjutnya, oknum di Kadin HST bisa mengatur atau memainkan siapa
saja yang bisa memenangkan tender proyek namun tidak akan membuat
ribu peserta lain yang kalah.
Á ÁIa berharap kepada penegak hukum agar menyelidiki masalah dan
kasus tersebut sampai tuntas. Ã Ãadi

No comments: