Monday, June 7, 2010

Masih Di Rumah Sakit Dan Tanpa Pengawalan

BANJARMASINÄ Ä © Terpidana kasus illegal logging bernama HM Rusli saat
ini masih menjalani perawatan intensif oleh pihak medis. Selama
menjalani perawatan yang bersangkutan dirawat inap dan berada di
ruang Pav Aster A III/7 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin
Banjarmasin.
Á ÁDari pantauan à ÃMata BanuaÄ Ä, Senin (7/6), ruang VIP yang berada
di lantai III nampak tertutup rapat, sementara terlihat dari kaca
waktu diintip dua orang lelaki telah tengah berada di dalamnya.
Á ÁSeorang berusia sekitar setengah baya duduk santai di kursi
tamu, sedangkan seorang lagi adalah pemuda yang diperkirakan
berumur 20©an tahun.
Á ÁPemuda tersebut terbaring sambil menyaksikan acara yang ada di
telivisi, sementara itu di sebuah dipan yang tertutup kain horden
diperkirakan terpidana HM Rusli dibaringkan.
Á ÁTidak begitu jelas mengenai terpidana HM Rusli, namun terlihat
seorang perawat sedang mesuk ke dalam ruangan tersebut dan
memberikan obat kepada lelaki tua yang tengah duduk santai
tersebut.
Á ÁInformasi yang didapat, terpidana HM Rusli saat ini kondisinya
agak baikan dari semula ia berada di ruangan itu. "Memang HM Rusli
masih berada diruangan itu dan kondisinya mulai membaik," kata
salah seorang perawat di sana yang tak ingin namanya disebutkan.
Á ÁNamun, kata perawat itu, untuk lebih jelasnya, wartawan bisa
menghubungi dokter yang menanganinya karena semua ini bukan
wewenang pihak perawat.
Á ÁMenurutnya, bahwa HM Rusli merupakan pasien yang menderita
penyakit ginjal, dan seorang tahanan yang telah mendapat
pembantaran yang semula dirawat di Rumah Sakit Ratu Zalekha
Martapura.
Á ÁKetua DPRD Banjar itu telah menginap di RSUD Ulin sudah
beberapa hari, sedangkan menginapnya terpidana di rumah sakit
tersebut karena mendapat pembantaran dari pihak LP Martapura.
Á ÁSedangkan dua orang lelaki itu diduga adalah anaknya sedangkan
duduk santai diruang tamu, sementara itu dari pihak berwenang,
khususnya yang memberikan surat pembantaran tidak hadir.
Á ÁSuasana di dalam ruang maupun di luar ruang terpidana menginap
masih sama seperti yang telah diberitakan sebelumnya tampak sepi,
baik itu dari pihak keluarga maupun dari pihak penjagaan, karena
semestinya yang bersangkutan dalam melaksanakan pembantaran masih
tetap dalam pengawalan. Ã Ãris/adi

No comments: