Thursday, June 17, 2010

Kubu Helmi Indra Sangun Tolak Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Henry Yosodiningrat SH selaku kuasa hukum Helmi
Indra Sangun terdakwa kasus korupsi pembangunan Bandara Syamsuddin
Noor pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis
(17/6), menolak saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum
(JPU).
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim Eko Purwanto SH
banyak dihadiri pengunjung sidang pengadilan yang berlangsung
hampir dua jam. Saksi yang dihadirkan merupakan saksi dari BPKP
Provinsi Kalsel bernama Kardono SE. Sebelumnya kuasa hukum Helmi
ini menolak kehadiran saksi dikarenakan saksi dianggap saksi
faktual saja.
Á ÁMenurut Henry, saksi yang didatangkan tidak dapat dikatakan
saksi ahli, sebab merupakan orang yang mengaudit keuangan
pembangunan bandara, atau merupakan saksi faktual saja.
Á Á"Kami keberatan dengan dihadirkannya beliau jadi saksi ahli,"
katanya dalam sidang.
Á ÁKemudian ketua majelis mempertanyakan, apakah sewaktu di
penyidikan dijadikan saksi ahli? Saksi ahli ini menjawab betul.
Selanjutnya Henry mengatakan, silakan kalau sidang mau dilanjutkan,
tetapi pihaknya keberatan atas pertanyaan ke arah hasil audit.
Sidang tetap dilanjutkan, tidak terkait pada hasil audit BPKP.
Á ÁSidang HIS ini akan dilanjutkan dua minggu lagi dengan agenda
tetap menghadirkan saksi BPKP atas permintaan kuasa hukum Helmi.
Á ÁTerdakwa dikenakan JPU dakwaan primer, pasal 2 jo pasal 18
UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 64 dan pasal 55 ayat (1) keª1 KUHP dan dakwaan subsider pasal 3 UU No 31 Tahun 1999
sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan
Korupsi jo pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP.
Á ÁKronologis kejadian yang membawa terdakwa Helmi dituduh
bersama©sama dengan Ir Sampurno mantan Kasubdin Perhubungan Udara,
yang kini terpidana dianggap melakukan dugaan korupsi sehingga
daerah dirugikan sebesar Rp14.754.452.790 dari nilai proyek
pengembangan Bandara Syamsuddin Noor untuk embarkasi haji yang
mendekati Rp100 miliar.Ã Ã ida/adi

No comments: