Sunday, June 20, 2010

Kepala LP Martapura Bantah Bantarkan H Rusli

BANJARMASINÄ Ä © Terpidana illegal logging, H Rusli sudah dibebaskan
dari menjalani sisa satu bulan masa penahanannya. Namun, yang aneh,
bebasnya H Rusli justru ketika dirawatinap di RSUD Ulin
Banjarmasin, Jumat (18/6) lalu.
Á ÁLebih aneh lagi, Kepala LP Martapura, Agus Wiryawan tegas
membantah bahwa pihaknya tidak membantarkan H Rusli, Ketua DPRD
Banjar itu.
Á Á"Memang ia kita rekomendasikan dirawatinapkan ke rumah sakit,
namun itu bukan pembantaran, tetapi ia tetap kita anggap menjalani
hukuman pidananya," cetus Agus.
Á ÁJawaban Agus memang membingungkan, karena bagaimanapun, ketika
tersangka, terdakwa atau terpidana dibawa ke rumah sakit dan
dirawatinapkan, maka istilah hukumnya dikenal dengan pembantaran.
Á ÁDi samping itu, pembantaran menurut ketentuan KUHAP, sama
sekali tidak mengurangi masa hukuman yang bersangkutan.
Á ÁNamun, dalam kasus H Rusli ini, LP Martapura merekomendasikan
H Rusli dirawat di RS Ratu Zalekha dan kemudian dipindah ke RSUD
Ulin sampai ada surat bebas, Jumat (18/6) lalu, H Rusli dikatakan
bukan dalam status dibantarkan.
Á ÁBegitu juga kejanggalan lainnya, di mana sepanjang pengamatan
Mata Banua, H Rusli ketika dirawatinapkan justru tanpa pengawalan
dari petugas LP Martapura.
Á ÁBukan sekali dua Mata Banua memergoki ruang perawatan H Rusli
tanpa terlihat ada pengawal yang berjaga©jaga. Padahal, sesuai
ketentuan standar, tersangka, terdakwa maupun terpidana yang sedang
dirawatinapkan di rumah sakit mesti tetap dalam pengawasan dan
pengawalan.
Á Á"Tidak benar itu, petugas kita selalu ada mengawal yang
bersangkutan ketika di rumah sakit. Mungkin saja, ketika ada
wartawan memantau, kebetulan petugasnya sedang keluar cari makan,"
ucap Agus enteng.
Á ÁAgus membantah isu kalau dirinya sudah menerima 'uang' dari
terpidana untuk memuluskan pemindahan H Rusli ke rumah sakit hingga
dinyatakan bebas.
Á Á"Itu cuma isu. Silakan saja isunya bagaimana, yang jelas saya
tidak mungkin berani melakukan hal yang tidak©tidak," bantahnya.
Á ÁSebagaimana diberitakan, sepertinya memang ada perlakuan
istimewa terhadap terpidana kasus illegal logging, H Rusli.
Semenjak dibantarkan oleh pihak LP Martapura ke rumah sakit, Ketua
DPRD Banjar ini ternyata tidak dikawal. Beberapa kali à ÃMata BanuaÄ Ä
memantau, tak kelihatan petugas yang mengawal atau menjaga
terpidana ini.
Á ÁAlhasil hal itu menjadi keprihatinan juga dari Kajati Kalsel,
Abdul Taufiq SH. "Semestinya, yang bertanggung jawab mengawal
terpidana yang dibantarkan ke rumah sakit adalah pihak LP sendiri
dan tentunya bisa meminta bantuan dari pihak kepolisian," cetusnya,
Rabu (9/6).
Á ÁPihak kejaksaan, lanjutnya, hanya sebatas mengeksekusi
terpidana. Demikian juga ketika seseorang berstatus terdakwa, maka
hal itu masih tanggung jawab kejaksaan untuk mengamankannya.
Á Á"Ini sudah ketentuan, jika ada terpidana yang dibantarkan maka
tugas pengamanan dan pengawalan itu sepenuhnya tanggung jawab LP.
Dalam kasus H Rusli yang sekarang dibantarkan ke RSUD UlinÔ h) 0*0*0*° ° Ô Banjarmasin, maka pihak LP Martapura yang berwenang mengawalnya,"
tegasnya.
Á ÁAbdul Taufiq juga menegaskan, pembantaran tidak akan
mengurangi masa hukuman menjalani tahanan penjara. Ã Ãadi

No comments: