Monday, June 28, 2010

Kemungkinan Kapolres Balangan Disidang KKE

BANJARMASIN © Jika sudah ada lampu hijau dari Kapolda Kalsel
Brigjen Pol Untung S Rajab sebagai atasan yang berhak menghukum
(ankum), maka bisa jadi, Kapolres Balangan AKBP RR akan disidang
oleh Komisi Kode Etik (KKE).
Á ÁSenin (28/6), Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Zuhdi Arrasuli
menerangkan, sejauh ini, pemeriksaan kasus sudah mencapai 80 persen
rampung.
Á ÁMenurut Zuhdi, Ema (42) selaku pelapor dan AKBP RR (44)
sebagai terlapor, termasuk sejumlah saksi dari luar Kalimantan,
seperti dari Jakarta dan kawasan Jabar sudah dilakukan pemeriksaan
secara verbal.
Á Á"Bagaimana selanjutnya kasus ini, kita menunggu petunjuk dari
ankum dalam hal ini Kapolda Kalsel. Begitu juga apakah akan sidang
KKE, bergantung petunjuk ankum, kami sekadar pemeriksa perkara,"
cetus Zuhdi.
Á ÁMenurutnya, dari sidang KKE, maka akan bisa diketahui siapa
yang benar, apakah pelapor ataukah terlapor.
Á ÁAKBP RR sendiri, terduga melanggar Peraturan Kapolri (Perkap)
No 7 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Peraturan Kapolri dan No
8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik
Polri.
Á ÁPeraturan tersebut pada intinya menuntut setiap anggota Polri
menjaga citra dan kehormatannya.
Á ÁDitambahkan, kalaupun nanti terbukti RR memang beristri dua,
apakah alasannya sehingga melakukan itu. Apakah karena istri
pertama tidak bisa memberikan keturunan, atau sudah mengantongi
izin istri pertama, atau ada alasan lain.
Á ÁMeski demikian, dalam Polri, tidak semudah itu untuk
anggotanya beristri dua, karena mesti melalui proses yang panjang.
Á ÁKapolres Balangan itu diperkirkan akan dikenakan sanksi
seperti yang tertuang dalam sanksi Polri yakni dinyatakan melakukan
perbuatan tercela, harus melakukan permintaan maaf, mengulang
profesi, dan yang paling vital adalah dinyatakan tidak layak
sebagai anggota Polri alias diberhentikan melalui Pemberhentian
Tidak Dengan Hormat (PTDH). "Tidak ada anggota Polri yang kebal
hukum di negara ini," tegasnya.
Á ÁEma mengisahkan, ia menikah dengan RR (44) pada tanggal 6
September 2004 di Cilitan Jakarta, ketika RR masih Wakapolres Garut
dengan pangkat kompol. Wanita ini kemudian melahirkan pada 17
Agustus 2005 di Rumah Sakit Hermina Bogor dengan cara operasi
caesar.
Á ÁNamun, sejak Aulia berusia empat bulan, RR tak pernah lagi
peduli dengan nasib Aulia. Ema pun berusaha agar RR mengakui Aulia
sebagai anaknya. Selain itu, diharapkan dapat membuatkan akta
kelahiran Aulia agar anak itu mudah bersekolah. Ema juga menuntut
agar RR membiayai Aulia.
Á ÁEma mengakui kalau pernikahan mereka adalah pernikahan siri,
karena RR sudah memiliki istri dan anak. Ã Ãadi

No comments: