Monday, June 14, 2010

Kasus Penyerobotan Lahan Tetap Proses

BANJARMASINÄ Ä © Meski kasus perdata antara Nirwanati melawan Emmy
masih berjalan dan menunggu putusan Mahkamah Agung (MA), namun
kasus pidana dugaan penyerobotan lahan yang mendudukkan Emmy
sebagai tersangka, masih tterus diproses.
Á ÁSenin (14/6), Kasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP
Helfi Assegaff memastikan bahwa kasus tersebut masih mereka proses.
Á Á"Memang untuk perkara perdata sengketa tanah itu masih
menunggu kasasi di MA, namun proses hukum untuk dugaan penyerobotan
lahan masih kita laksanakan," ucap Helfi.
Á ÁKasus ini terkesan janggal, karena tersangka, yakni Emmy tidak
ditahan penyidik. Proses penyidikan pun terkesan lamban dan
bertele©tele. Disinyalir karena kasus ini ada juga melibatkan H
Muhidin, pengusaha dan politisi yang diduga membeli lahan
bermasalah dari Emmy.
Á ÁMeski penyidik sudah menegaskan bahwa H Muhidin hanya sebagai
korban dalam kasus tanah tersebut.
Á ÁPengusaha dan juga Calon Walikota Banjarmasin, H Muhidin di
tengah kesibukannya menjelang Pemilukada Banjarmasin 2010©2015
beberapa waktu lalu, ternyata sempat menjalani pemeriksaan di Dit
Reskrim Polda Kalsel terkait kasus dugaan pemalsuan Sertikat Hak
Milik (SHM) sebuah tanah di Jl A Yani Gambut.
Á ÁEmmy sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pasal 263 ayat
(1) KUHP terkait dugaan pamlsuan SHM sebuah tanah di Gambut.
Á ÁH Muhidin disinyalir membeli lahan tersebut dengan harga Rp600
juta lebih, meskipun dari pengakuan Emmy, tanah itu dijual ke
Muhidin seharga Rp200 juta lebih. Dua pengakuan berbeda ini terang
saja membuat keanehan.
Á ÁSempat muncul dugaan kalau H Muhidin dan Emmy ada kerja sama
untuk menguasai sebuah bidang tanah yang diklaim pelapor, Nirwanati
sebagai hak miliknya itu.
Á ÁDugaan muncul mengingat tanah dijual begitu murah oleh Emmy,
meskipun tanah itu nilainya bisa miliaran rupiah.
Á ÁEmmy dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl Pulo Mas III A/9 RT
004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau Gadung Jakarta
Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah memalsukan SHM
No 21/1972.
Á ÁJumat (28/5), kuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang
berkantor Jl Hang Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan
kepada pers, setelah sekian lama, kasus LP No Pol: LP/Kª225/XII/2008/Dit Reskrim Polda Kalsel, tanggal 1 Desember 2008 yang
dilaporkan pihaknya mulai berjalan lagi.
Á ÁMenurutnya, akibat tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian
hingga Rp2 miliar, akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45
Gambut, Kabupaten Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran
Sertifikat Sementara tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut,
Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas
10.000 meter persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁMenurut Bagiada, kliennya Nirwanati melaporkan kasus
penyerobotan lahannya pada akhir tahun 2008 lalu. Kala itu,
penyidik bersama tim BPN Kalsel membentuk tim ad hoc untuk meneliti
keabsahaan SHM yang dikuasai Emmy, yakni SHM No 21/1972 atas nama
Miansyah bin Tambi.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani KepalaÔ h) 0*0*0*° ° Ô Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM SHM No 21/1972
atas nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.
à Ãadi

No comments: