Thursday, June 24, 2010

Kasus 1 Kg SS Liong Hadirkan Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Pada sidang lanjutan atas kasus kepemilikan sabu 1 kg
terhadap terdakwa Naga Sariawan Cipta Rimba alias Liong Liong (34),
majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (23/6),
menghadirkan saksi dari petugas yang mengantar barang dari PT Adam
Jaya Sakti.
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim M Irfan SH MH,
berlangsung hampir dua jam lebih ini, banyak dihadiri pengunjung
sidang. Sidang berlangsung menghadirkan dua orang saksi dari PT
Adam Jaya Sakti, perusahaan yang bergerak dalam jasa pengiriman
barang.
Á ÁSaksi pertama bernama Yadi mengatakan, hanya kenal Aliong di
dunia narkoba, sedangkan terdakwa yang ada bernama Liong Liong,
saksi tidak mengenalnya.
Á ÁKetika majelis hakim menanyakan, apakah saksi menyerahkan
barang dan tidak mengetahui bentuk barang, saksi mengatakan tidak
mengetahui bentuk kiriman barang karena terbungkus plastik hitam.
Saksi hanya tahu nama Toko Putra Jaya Motor karena sudah sering
mengantar barang kiriman di toko tersebut.
Á ÁSedangkan saksi kedua Junaidi memberikan kesaksian mengaku
tidak kenal dengan terdakwa, tetapi saksi heran kenapa di depan
toko sudah ada polisi. Sebelum menyerahkan barang saksi terlebih
dahulu mengatakan kepada Liong bahwa ada barang.
Á ÁSelanjutnya, datang terdakwa, kemudian saksi menyodorkan bukti
surat menerima untuk diparaf dan barang terus diserahkan di depan
toko.
Á ÁSebelumnya penasihat hukum terdakwa, mempertanyakan mengenai
tujuan pengiriman adalah Toko Putra Jaya Motor dinilainya kabur
sedangkan nama toko terdakwa Toko Putra Mas Jaya Motor. Sedangkan
alamat dan barang bukti tersebut tidak bertujuan ke alamat
terdakwa.
Á ÁJaksa penuntut umum (JPU) Cipi Perdana SH menjerat terdakwa
Liong dengan pasal 114 ayat (2) untuk dakwaan primair dan pasal 112
ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk dakwaan
subsider, dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.
Á ÁTerdakwa yang bertempat tinggal di Jl Manggis No 2 RT 21
Kelurahan Kebun Bunga Banjarmasin Timur terlihat tegang menghadapi
sidang. Selanjutnya sidang akan dilanjutkan minggu depan, Kamis
(1/7).
Á ÁKronologis kejadiannya, ketika pada Selasa 22 Desember 2009
sekitar pukul 16.00 wita bertempat di Toko Putra Jaya Motor Jl A
Yani Km 7 RT 4 Kelurahan Kertak Hanyar. Terdakwa menerima narkotika
golongan I beratnya 5 gram, yang dilakukan terdakwa pada tanggal 21
Desember 2009 sekitar pukul 14.15 Wita.
Á ÁSaksi Poli Purnama (PNS Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno
Hatta), tergabung dalam Satgas BNN RI di bagian penyidik mencurigai
adanya barang kiriman kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya
Motor Sawah Besar 44 dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT
Adam Jaya Sakti.
Á ÁSetelah dilakukan pengetesan hasilnya positif mengandung
metamfetamina. Selanjutnya saksi Poli berkoordinasi dengan BNN
Pusat dan Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁPada hari Selasa 22 Desember 2009 pukul 16.00 Wita bertempat
di Toko Putra Jaya Motor Jl A Yani Km 7, petugas kepolisianÔ h) 0*0*0*° ° Ô menyamar menjadi petugas PT Adam Jaya mengantarkan kiriman barang
berupa paket berbentuk kardus ditujukan ke Toko Putra Jaya dan
diterima oleh terdakwa dan disimpan di meja kerja terdakwa.
Á ÁSelanjutnya petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel meminta
terdakwa untuk membuka barang kiriman yang baru diterimanya.
Ternyata berisi sebuah kotak besi hitam merk Krisbow yang berisi
bungkusan plastik hitam berisi 10 paket SS berat 99,0 gram, 108,9
gram, 110,1 gram, 105,8 gram, 106,1 gram, 108,8 gram, 108,9 gram
dengan berat kotor 1.068,6 gram. Ã Ãida/adi

No comments: