Wednesday, June 30, 2010

Kasat 'Bela' H Muhidin

BANJARMASINÄ Ä © Di sisi lain, jaksa peneliti berkas menyatakan
mungkin saja H Muhidin menjadi tersangka dalam kasus pembelian
tanah hasil penyerobotan. Namun, di sisi lain, polisi sepertinya
enggan menjadikan H Muhidin sebagai tersangka.
Á ÁSelasa (29/6), Kasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP
Helfi Assegaff mengatakan, pihaknya tak peduli berapa nilai uang H
Muhidin membeli tanah bermasalah di Jl A Yani Km 17 Gambut
tersebut. Pihaknya cuma fokus untuk mengungkap apakah benar SHM No
21/1972 itu dipalsukan ataukah tidak.
Á Á"Ya, kalau penyidik di polsek©polsek mungkin langsung menuduh
H Muhidin sebagai penadah, karena berpatokan membeli tanah di bawah
harga standar. Namun, kalau kita, selaku penyidik yang lebih senior
tentu tidak serta merta melihat secara tekstual saja," jelas Helfi.
Á ÁMenurutnya, boleh jadi H Muhidin, politisi dari PBR Kalsel ini
hanya sebagai korban penipuan dari Emmy. Emmy sendiri kini sudah
ditetapkan sebagai tersangka penyerobotan lahan, dikenakan pasal
385 KUHP.
Á ÁDitambahkan, pihaknya masih menunggu selesai sidang kasasi
kasus perdatanya, antara Emmy melawan Nirwanati. Barang bukti
berupa SHM No 21/1972 atas nama Miansyah sendiri kini masih dipakai
dalam sidang.
Á Á"Baru selesai kasasi, barang bukti itu akan kita sita untuk
kemudian diperiksakan ke laboraturium forensik untuk mengetahui
keasliannya," cetusnya.
Á ÁH Muhidin sendiri dalam beberapa waktu lalu kerap datang ke
Dit Reskrim Polda Kalsel, baik ketika Dir Reskrim masih dijabat
Kombes Pol Achmat Juri maupun saat ada pejabat baru Kombes Pol Mas
Guntur Laope.
Á ÁBeberapa kali bertemu wartawan yang mencoba mengkonfirmasi
soal kasus tanah tersebut, H Muhidin kerap berkilah. Menurutnya, ia
datang cuma sekadar koordinasi. Tak dijelaskan apa yang dimaksudnya
dengan koordinasi.
Á ÁBegitu wartawan mau meminta tanggapannya terkait soal tanah
bermasalah, H Muhidin mengatakan tidak mau berkomentar. "Nanti sama
pengacara saya. Nanti pengacara akan datang dan memberikan
keterangan," ucapnya beberapa hari lalu. Hingga sekarang, janji
mendatangkan pengacara tidak benar©benar direalisasikan oleh
pemenang Pemilukada Kota Banjarmasin ini.
Á ÁH Muhidin yang saat ini sedang kesandung soal tanah bermasalah
di Jl A Yani Km 17 Gambut, kemungkinan bisa dijadikan tersangka.
Hal itu bergantung dari pembuktian keaslian SHM No 21/1972.
Á ÁSenin (28/6), Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH
didampingi Arief SH mengatakan, Emmyi sudah dipastikan terkena
pasal 385 KUHP alias melakukan tindakan penyerobotan harta milik
orang lain tanpa hak. Namun, untuk pasal pemalsuan SHM sebagaimana
diatur dalam pasal 263 KUHP, penyidik masih perlu memeriksa
keaslian SHM tersebut ke Lab Forensik Polda Jatim.
Á Á"Kita memang memeriksa berkas, Emmy mengaku menjual lahan ke
H Muhidin senilai Rp200 juta. Apakah H Muhidin bisa dikenakan pasal
480 KUHP, maka hal itu sangat bergantung bagaimana hasil
pemeriksaan laboratorium. Makanya, dalam petunjuk P©19 yang kita
berikan, penyidik diharapkan memeriksakan SHM tersebut ke
laboratorium," tukas Arief.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.
à Ãadi

No comments: