Wednesday, June 30, 2010

Kalangan Veteran Pertanyakan Kasus PKM

MARTAPURAÄ Ä © Beberapa orang veteran (pejuang kemerdekaan) dan anakªanak veteran yang tergabung dalam Pemuda Panca Marga (PPM)
mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura, Rabu (30/6)
siang.
Á ÁMereka meminta Kejari Martapura turut mengusut mantan Bupati
Banjar Rudy Ariffin dan kejelasan terhadap bangunan Pabrik Kertas
Martapura (PKM).
Á ÁKetua Mada PPM Kalsel, Fatimah Ahmad yang mendampingi Wakil I
LVRI Kabupaten Banjar H Masrani AM (H Ani) menyatakan, pihaknya
mempertanyakan kenapa dalam kasus PKM ini hanya tiga orang yang
diusut, sedangkan mantan Bupati Banjar Rudy Ariffin tidak diusut.
Á Á"Kenapa Rudy Ariffin tidak diusut, kenapa hanya tiga orang,"
tandas Fatimah.
Á ÁSelain itu, pihaknya juga mempertanyakan kejelasan objek
perkara yakni bangunan PKM itu sendiri. "Bagaimana dengan
objeknya," ujar Fatimah.
Á ÁMenanggapi hal ini Kajari Martapura, Zulhadi Savitri SH MH
menjelaskan, untuk kasus pidana pihaknya hanya menangani tiga orang
yakni Gunawan Santosa, Hairul Saleh dan Iskandar Jamaludin.
Á Á"Kami hanya menangani yang tiga orang ini sedangkan Rudy bukan
kapasitas kami, yang tiga ini yang kami laksanakan," katanya
berkilah.
Á ÁMenurut Zulhadi, di KUHAP, untuk mengekseusi terpidana mesti
dilengkapi salinan putusan, sedangkan yang ada hanya petikan
putusan. "Kalau ada pihak lain kita lihat putusan lengkapnya nanti.
Kita menyatakan seseorang sebagai tersangka harus secara yuridis
dan sesuai fakta hukum," tuturnya.
Á ÁSedangkan mengenai objek bangunan PKM, Zulhadi mengatakan, itu
merupakan kasus perdata. Karena itu pihaknya menyarankan, agar H
Masrani menyiapkan legalisir surat©surat yang mendukung secara
formil dan lebih bagus dibuktikan dengan adanya saksi hidup.
Á Á"Jangan sendiri, cari saksi©saksi yang kuat atau saksi hidup
selain surat©surat yang mendukung secara formil," ujarnya.
Á ÁPada pertemuan itu, kalangan veteran dan anak©anak veteran itu
meminta kepada Zulhadi agar mengusut tuntas kasus korupsi ini
karena sangat merugikan bangsa dan melukai perasaan para pejuang.
Á ÁSejak bertahun©tahun, para veteran Kalsel mengklaim bahwa
lahan beserta PKM merupakan milik veteran. PKM sendiri sejarahnya
merupakan hadiah dari Jepang kepada Indonesia.
Á ÁOleh pemerintah Indonesia, PKM diserahkan pengelolaannya
kepada veteran yang kebetulan memiliki lahan di Martapura. Lahan
itu sendiri dibeli dari masyarakat oleh LVRI. Begitu lahan sudah
dibeli, barulah PKM berdiri.
Á ÁBeberapa tahun berjalan, kemudian terjadi pengambilalihan
pengelolaan PKM dari veteran kepada PT Golden. Pengambilalihan oleh
PT Golden melalui proses lelang yang menurut veteran syarat intrik
dan korupsià Ã. dio/adi

No comments: