Thursday, June 17, 2010

H Rusli Bebas Tapi Masih Dirawat Inap Di RSUD Ulin

BANJARMASINÄ Ä © Terpidana kasus illegal logging bernama HM Rusli yang
kini masih terbaring di ruang Pav Aster A III/7 Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, dinyatakan bebas dari masa
tahanannya.
Á ÁTidak seperti hari biasanya yang telah dilewati, ruang Pav
Aster A III/7 yang terletak di lantai III paling pojok kiri tempat
dirawatnya HM Rusli, ramai kemarin.
Á ÁPadahal, dari awalnya menginapnya HM Rusli nampak sepi.Á (#(#K ÁYang sering terlihat hanyalah petugas dan pegawai rumah sakit
setempat keluar masuk dari ruang tersebut, sedangkan dari pantauan
à ÃMata BanuaÄ Ä selama ini didalam ruang tersebut hanya ada dua lelaki
yang telah menunggu dengan setianya.
Á ÁAkan tetapi, Kamis (17/6) kemarin, di ruangan tersebut bukan
lagi pegawai maupun petugas rumah sakit yang keluar masuk, beberapa
tamu mulai berdatangan bahkan terlihat ada tamu yang berpakaian
diduga tamu tersebut dari anggota dewan.
Á ÁBahkan ada tamu yang datang membawakan buah©buahan. Ramainya
tamu yang datang ke ruang yang telah ditempati HM Rusli pasca
bebasnya ia dari jerat hukum.
Á ÁKemungkinan tamu yang datang tersebut hanya sekedar memberikan
ucapan selamat, karena bertepatan Kamis tanggal 17 Juni 2010 masa
tahanan HM Rusli telah berakhir.
Á ÁHal ini pun ditegaskan oleh kuasa hukumnya, Fauzan Ramon SH,
yang mengatakan kalau kliennya yang saat ini masih dalam keadaan
sakit, yang sebelumnya telah mendapat surat pembantaran telah lepas
dari jerat hukum.
Á Á"Saya selaku penasihat hukum HM Rusli menyampaikan bahwa klien
saya telah bebas atau lepas dari hukuman yang telah dijalani selama
tiga bulan," ucapnya sambil menunjukkan surat pembebasan HM Rusli.
Á ÁSayang yang bersangkutan masih dalam keadaan sakit jadi tidak
bisa memberikan atau untuk dimintai keterangan, padahal wartawan
telah meminta, kalau tidak yang bersangkutan, paling tidak istri
ataupun anaknya, sekedar ingin tahu bagaimana respon dari pihak
keluarga HM Rusli.
Á ÁHM Rusli dinyatakan bebas dengan bukti surat lepas dari LP
Martapura No.w12.EC.PK.01.01.02, dengan surat putusan Mahkamah
Agung tertanggal 14 September 2009,No 67 PK/Pid.Sus/2009 dan pada
tanggal 17 Juni 2010 dibebaskan karena pidananya telah habis
dijalankan.
Á ÁPraktis, HM Rusli sebenarnya tidak sempat semalam menikmati
tahanan LP Martapura, meski masih ada sisa satu bulan masa
penahanannya.
Á ÁPembebasan ini terkesan janggal mengingat Kajati Kalsel Abdul
Taufiq beberapa waktu lalu menerangkan bahwa pembantaran terdakwa
atau terpidana ke rumah sakit sebenarnya tidak mengurangi masa
penahanan. Ã Ãris/adi

No comments: